Ntvnews.id, Roma - Pemerintah Italia menetapkan status darurat gelombang panas di 16 kota setelah suhu udara ekstrem mencapai hingga 39 derajat Celsius di sejumlah wilayah negara tersebut.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 24 Juni 2026, Kementerian Kesehatan Italia mengeluarkan peringatan level 3 atau tingkat kewaspadaan tertinggi untuk 15 kota pada Selasa, 23 Juni 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru, jumlah tersebut bertambah menjadi 16 kota pada Rabu.
Kota-kota yang masuk kategori peringatan maksimum pada Selasa meliputi Ancona, Bologna, Bolzano, Brescia, Florence, Frosinone, Milan, Perugia, Pescara, Rieti, Roma, Turin, Venesia, Verona, dan Viterbo. Sehari kemudian, Latina turut masuk dalam daftar sehingga total wilayah yang berstatus siaga tertinggi menjadi 16 kota.
Level 3 merupakan kategori kewaspadaan tertinggi yang menandakan kondisi darurat akibat cuaca panas ekstrem. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, tetapi juga terhadap orang dewasa yang sehat dan aktif.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan Italia mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, mengonsumsi sedikitnya 1,5 liter air per hari, menjaga pola makan secukupnya, serta memastikan obat-obatan disimpan pada suhu yang sesuai.
Baca Juga: Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Capai 81.000 Hektare akibat Cuaca Panas dan El Nino
Pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan yang terparkir karena risiko suhu tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.
Untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut, Italia mengoperasikan layanan bantuan kesehatan gratis melalui nomor 1500. Layanan ini menyediakan panduan menghadapi cuaca panas sekaligus informasi mengenai layanan sosial dan kesehatan yang dapat diakses warga.
Gelombang panas yang melanda Italia kali ini dipicu oleh antisiklon Afrika yang dikenal sebagai "Cerberus". Fenomena tersebut menyebabkan suhu udara tetap tinggi dengan perbedaan temperatur yang minim antara siang dan malam hari.
Di kawasan Lembah Po, suhu maksimum pada siang hari tercatat berkisar 37 hingga 38 derajat Celsius, bahkan di beberapa titik melampaui angka tersebut. Sementara itu, wilayah Turin diperkirakan mengalami suhu puncak hingga 39 derajat Celsius.
Adapun suhu di Roma dan Napoli diprediksi masih berada di bawah 36 derajat Celsius, meski tetap tergolong tinggi dan berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa gelombang panas kali ini berpotensi melampaui intensitas cuaca ekstrem yang pernah terjadi pada 2003. Mereka juga memperkirakan kondisi panas berkepanjangan tersebut akan terus berlangsung setidaknya hingga awal Juli mendatang.
Gelombang Panas (Istimewa)