SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, 307 Siswa Lolos Seleksi Perdana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 15:06
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 307 siswa berprestasi dinyatakan lolos seleksi dan akan menjadi angkatan pertama peserta didik di SMA Unggul Garuda Baru yang dibangun pemerintah di empat daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pemerintah saat ini sedang menyelesaikan pembangunan empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Bulungan, Kalimantan Utara.

"Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026-2027," kata Kurnia di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal yang telah disusun, para siswa akan mulai diberangkatkan ke lokasi sekolah masing-masing pada 16 hingga 19 Juli 2026. Sementara kegiatan belajar mengajar secara resmi akan dimulai pada 20 Juli 2026.

Baca Juga: BGN Goes to Campus di Unhas, Perkuat Peran Kampus sebagai Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

"Khusus untuk Sekolah Unggul Garuda Bulungan, peserta didik akan menjalani satu semester pertama di Sekolah Unggul Konawe Selatan sambil menunggu penyelesaian pembangunan di lokasi definitif," jelas Kurnia.

Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga menjalankan program SMA Unggul Garuda Transformasi yang telah dimulai sejak 2025 melalui 12 sekolah perintis yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya.

Pada tahun 2026, jumlah sekolah yang masuk ke dalam program tersebut kembali bertambah. Pemerintah menetapkan 30 sekolah baru sehingga total saat ini terdapat 42 SMA yang berstatus SMA Unggul Garuda Transformasi.

"Pemerintah pun menargetkan SMA yang akan menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi hingga 2029 mendatang mencapai 80 sekolah," tuturnya.

Baca Juga: Kepala Bakom Qodari Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan karena Jadi Mandat Rakyat kepada Prabowo

Kurnia menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda Baru merupakan sekolah yang dibangun dan dikelola langsung oleh pemerintah sejak awal, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan unggulan.

Sementara itu, SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan sekolah yang telah ada sebelumnya dan kemudian dibina agar mampu menerapkan standar program pengayaan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan peluang peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.

Berbagai program pengayaan diberikan kepada siswa, termasuk penguatan pembelajaran di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Selain itu, siswa juga mendapatkan pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penyusunan surat rekomendasi, hingga fasilitasi pendaftaran ke universitas-universitas terbaik dunia.

Menurut Kurnia, program transformasi tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Data Kemendiktisaintek mencatat jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia meningkat hingga 150 persen dari sekolah-sekolah yang telah mengikuti program tersebut.

Pada 2025, tercatat sebanyak 132 siswa diterima di 100 universitas terbaik dunia. Setahun kemudian, jumlah itu meningkat menjadi 330 siswa setelah sekolah-sekolah tersebut mendapatkan pembinaan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi.

"Keduanya adalah investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik," ucap Kurnia.

(Sumber: Antara)

x|close