Spanyol utus 44 Tenaga ahli Untuk Bantu korban Gempa Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 08:28
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Tim melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Tim melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Spanyol mengutus tim yang terdiri atas 44 tenaga medis, ahli logistik, dan tenaga pendukung lainnya ke Venezuela untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Spanyol.

"Menteri Luar Negeri, Uni Eropa, dan Kerja Sama Spanyol, Jose Manuel Albares, Rabu, mendampingi Yang Mulia Ratu di Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas untuk melepas keberangkatan 44 tenaga sukarelawan yang terdiri atas tenaga kesehatan, ahli logistik, dan juru masak dari rumah sakit lapangan START milik Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Spanyol (AECID) menuju Venezuela," demikian pernyataan kementerian tersebut, Rabu.

Kementerian menjelaskan bahwa rumah sakit lapangan START akan mulai beroperasi sekitar 36 jam setelah tiba di lokasi penugasan.

Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan layanan kesehatan rawat jalan dan penanganan gawat darurat serta beroperasi secara mandiri dengan dukungan sistem listrik, air, logistik, dan pasokan medis sendiri.

Selain itu, Madrid akan menyalurkan tambahan bantuan senilai 300.000 euro atau sekitar 341.000 dolar AS.

Sebelumnya, Spanyol telah mengirim 63 personel penyelamat beserta sembilan anjing pelacak ke Venezuela, serta mengalokasikan bantuan darurat sebesar 1 juta euro melalui Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Pada saat yang sama, Pemerintah Swedia mengumumkan penyaluran bantuan kemanusiaan sebesar 25 juta krona Swedia atau sekitar 2,56 juta dolar AS untuk Venezuela.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan paket pangan, menyediakan akses terhadap air bersih, membangun tempat penampungan sementara, serta memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Pekan lalu, Venezuela diguncang dua gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 2.295 orang, sementara lebih dari 11.267 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

ANTARA

x|close