Karhutla Ganggu Penerbangan, 1.070 Penumpang Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 16:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah penumpang menunggu kepastian jadwal penerbangan di terminal kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026) Sejumlah penumpang menunggu kepastian jadwal penerbangan di terminal kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Maros - Sebanyak 1.070 penumpang terdampak pembatalan tujuh penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pembatalan tersebut terjadi akibat cuaca buruk yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa pembatalan penerbangan itu tercatat dalam data operasional pada Senin, 12 Oktober 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima di Makassar pada Selasa, 13 Oktober 2026.

"Data operasional pada 12 Oktober 2026, tercatat tujuh penerbangan mengalami pembatalan dengan total 1.070 penumpang terdampak," ujarnya.

Ruly menjelaskan, tujuh penerbangan yang dibatalkan mencakup tiga penerbangan dari Makassar menuju Sorong, satu penerbangan ke Ambon, dua penerbangan ke Ternate, serta satu penerbangan menuju Mamuju.

Ia mengatakan, kondisi cuaca buruk yang berkaitan dengan karhutla menjadi penyebab pembatalan tersebut. Dalam situasi itu, keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Gangguan Jarak Pandang, Operasional Penerbangan di Bandara Samrat Manado Dihentikan

Untuk membantu penumpang yang terdampak, manajemen bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan para pemangku kepentingan. Langkah penanganan yang disiapkan meliputi pengembalian dana tiket (refund), perubahan jadwal penerbangan (reschedule), hingga penyediaan area istirahat sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.

Pihak bandara juga menjalin koordinasi dengan AirNav Indonesia serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi terkini mengenai cuaca dan pengaruhnya terhadap operasional penerbangan.

Ruly menambahkan, pemantauan kondisi terus dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan.

"Bagi calon penumpang, kami mengimbau agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara," katanya.

Baca Juga: DPR Minta Water Bombing Ditambah untuk Padamkan Karhutla 

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus berlangsung guna menjaga kelancaran pelayanan kepada penumpang, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan penerbangan.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close