Prabowo Apresiasi Mentan Garap 2 Juta Hektare Lahan Pangan Tanpa Buka Hutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 19:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan paparannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (22/10/2026). Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan paparannya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi rencana penambahan 2 juta hektare lahan rawa mineral untuk ketahanan pangan nasional, seraya menegaskan larangan keras merambah kawasan hutan primer dalam proyek lumbung pangan tersebut.

Kepastian tersebut mengemuka dalam dialog interaktif antara Kepala Negara dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Prabowo secara lugas meminta jaminan agar ekstensifikasi pertanian tidak mengorbankan tutupan hutan alam.

"Jadi kita tidak akan buka kita tidak akan buka hutan primer?" tanya Prabowo kepada Amran, memastikan batas pembukaan lahan baru.

"Siap, tidak Bapak Presiden," tegas Amran menjamin perlindungan hutan alam.

Mendengar penegasan tersebut, Presiden langsung melontarkan apresiasinya di hadapan para anggota kabinet, "Bagus."

Baca Juga: Kepala BNPB Lapor Prabowo: Ada Kenaikan Eskalasi Kejadian Karhutla di Sumsel dan Jambi

Sebelumnya, percakapan bermula ketika Mentan Amran memaparkan kesiapan peta lahan 2 juta hektare yang disiapkan untuk menjamin pasokan pangan jangka panjang hingga 500 juta jiwa penduduk. .

Prabowo langsung mengonfirmasi status lahan yang dipaparkan.

"Ini tambahan, ya?" tanya Prabowo.

"Tambahan, Bapak Presiden. Ini lahan rawa mineral yang kita sudah garap," sahut Mentan.

Prabowo lantas mencecar jenis komoditas yang akan ditanam di lahan tersebut demi memastikan fokus pemenuhan kebutuhan pangan pokok masyarakat.

"Maaf, ini untuk untuk beras?" tanya Presiden lebih lanjut.

"Beras, izin Bapak Presiden," jawab Amran.

"Beras, jagung?" timpal Prabowo kembali menegaskan.

"Beras, jagung, kedelai, apa saja tanaman pangan yang kita butuhkan, itu kita tanam. Jadi yang mana minus, ini yang kita tanam nanti ke depan. Tapi lahannya kita siapkan. Kami tadi dengan Pak Menhan, TNI, kami sudah rapat tadi siang menentukan 500.000 hektar pertama," jelas Amran.

Tidak berhenti di situ, Prabowo juga menanyakan keterkaitan proyek lahan pangan tersebut dengan pengembangan bahan bakar nabati.

"Bukan untuk etanol, ya?" selidik Prabowo.

"Etanol lain, Bapak Presiden," tanggap Amran.

"Lain lagi?" kejar Prabowo.

"Lain lagi, Bapak Presiden," jawab Mentan.

"Oke. Terima kasih," ujar Kepala Negara.

Amran kemudian menjelaskan kembali bahwa dari total potensi rawa mineral di seluruh Indonesia yang mencapai 10 juta hektare, pemerintah akan menggarap 2 juta hektare lahan rawa mineral—bukan lahan gambut—dengan tahap awal seluas 500.000 hektare dikerjakan bersama TNI.

Menutup arahannya di hadapan jajaran menteri kabinet, Prabowo menegaskan ikhtiar swasembada pangan adalah pilar keselamatan bangsa yang harus terus dikawal dengan penuh keyakinan.

"Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, ya, Danantara, ekspor satu pintu, begitu banyak keberhasilan kita, ya. Jadi saya minta jangan kita minder lagi. Jangan kita kita we are on the right track," ujar Prabowo.

x|close