Bukan Terlibat, Bahlil Malah Ngaku Disadap Listyo Sigit Cs

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Nov 2026, 12:57
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah terlibat penyadapan bersama eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo cs. Bahlil malahan mengaku sebagai korban.

"Tidak hanya kepala negara yang disadap, saya pun disadap soalnya. Awak pun jadi disadap dan saya takut juga itu barang disadap. Karena telepon saya itu kan kelakuan siang dan malam kan ketahuan semua di situ kan? Yang saya takut itu bukan di telepon siangnya, malamnya itu saya takut gitu," ujar Bahlil dalam pidatonya di pelantikan DPD I Golkar Maluku, Sabtu, 7 November 2026.

Ia pun membantah narasi yang belakangan beredar bahwa ia terlibat dalam penyadapan ini.

Bahlil menampik informasi yang menyebut ia ikut dalam rapat dengan para terduga pelaku tepat sebelum para jenderal itu ditangkap.

Bahlil menegaskan, mereka yang menyebar isu tersebut adalah pihak memanfaatkan ruang demokrasinya dengan kebablasan.

"Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu," kata Bahlil.

Ia lantas meminta pihak yang menyebarkan isu itu agar segera melakukan klarifikasi.

"Segera klarifikasi itu Dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja," kata dia.

Bahlil menegaskan, Golkar mendukung penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus penyadapan ini.

Diketahui, Bareskrim Polri menetapkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka penyadapan ilegal Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak.

Selain Sigit, tiga jenderal Polri juga jadi tersangka, antara lain Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Irjen Eko Hadi Santoso, dan eks Kadiv TIK Polri Irjen Slamet Uliandi. Di luar Slamet, ketiga jenderal polisi ditahan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Slamet tak ditahan karena sakit pasca-stroke.

Istana menyebut tindakan Listyo Sigit cs mengarah ke makar.