Ntvnews.id, Riyadh - Pimpinan Arab Saudi memerintahkan peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui jalur udara, laut, dan darat.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut, dengan penyaluran dilakukan melalui Kampanye Arab Saudi untuk Mendukung Rakyat Palestina.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 5 Januari 2026, Kepala Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief), Abdullah bin Abdulaziz Al Rabeeah, dalam keterangannya kepada Saudi Press Agency menyebutkan bahwa instruksi tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen kemanusiaan Arab Saudi dalam membantu rakyat Palestina yang terdampak krisis di Jalur Gaza.
Ia menilai langkah ini mencerminkan peran historis Kerajaan Arab Saudi dalam mendampingi rakyat Palestina di berbagai fase krisis dan kesulitan, sekaligus menegaskan bahwa persoalan Palestina selalu mendapat tempat khusus di hati kepemimpinan dan masyarakat Arab Saudi.
Baca Juga: PBB Ungkap Lebih dari 100 Ribu Anak di Gaza Terancam Gizi Buruk Akut hingga 2026
Al Rabeeah juga menyampaikan penghargaan kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas perhatian serta kepedulian kemanusiaan yang terus diberikan.
Menurutnya, nilai berbagi dan solidaritas telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Arab Saudi dan secara konsisten dijunjung tinggi dalam berbagai situasi.
Melalui KSrelief, Arab Saudi telah mengoperasikan jembatan udara dan laut untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina. Hingga saat ini, sebanyak 77 pesawat dan delapan kapal telah mengirimkan lebih dari 7.600 ton bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan hunian.
Seorang wanita duduk di dekat puing-puing sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza, 12 Mei 2023. Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran atas serangan Israel di Gaza yang menewas (Antara)
Selain itu, tercatat 912 truk bantuan telah masuk ke Jalur Gaza dengan membawa kebutuhan pangan, perlengkapan tempat tinggal, peralatan medis, dan berbagai logistik lainnya. Arab Saudi juga menyerahkan 20 unit ambulans kepada Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Pusat bantuan tersebut turut menandatangani sejumlah kesepakatan dengan organisasi internasional guna menjalankan proyek bantuan kemanusiaan di dalam Jalur Gaza dengan total nilai mencapai 90,35 juta dolar AS atau sekitar Rp1,50 triliun.
Di samping itu, KSrelief juga melakukan operasi pengiriman bantuan melalui jalur udara bekerja sama dengan Yordania untuk menembus penutupan akses masuk dan memastikan bantuan tetap sampai kepada warga yang membutuhkan.
Ilustrasi - Jalur Gaza setelah gencata senjata. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)