Presiden Kolombia Murka Dituduh Pengedar Narkoba, Gustavo Petro Tantang Tuduhan Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 14:33
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Kolombia Gustavo Petro. /ANTARA/Anadolu/py Arsip - Presiden Kolombia Gustavo Petro. /ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Kolombia Gustavo Petro meluapkan kemarahannya atas tuduhan dan ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Petro menolak keras pernyataan Trump yang menudingnya sebagai pengedar narkoba sekaligus mengisyaratkan kemungkinan aksi militer terhadap Kolombia.

Ketegangan ini muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer dan disebut bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Sehari berselang, Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait Kolombia. Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu, 4 Januari 2026waktu setempat, Trump menyamakan kondisi Kolombia dengan Venezuela.

Ia menyebut Kolombia sebagai negara yang juga sangat sakit dan menuding negara itu dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Menteri PPPA Kunjungi Medan Untuk Pastikan Penanganan Kasus Anak Sesuai UU SPPA

“Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin, 5 Januari 2026.

Ketika ditanya soal kemungkinan intervensi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

“Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

Presiden Gustavo Petro segera membantah tudingan tersebut. Melalui platform media sosial X, ia menegaskan bahwa namanya tidak pernah tercantum dalam perkara narkotika. “Namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan,” tulis Petro.

Ia pun secara langsung meminta Trump menghentikan tuduhan tersebut. “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” ujarnya.

Baca Juga: Praja IPDN Gencarkan Bersih-bersih Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan

Petro menilai cara Trump melontarkan ancaman tidak pantas dilakukan terhadap kepala negara Amerika Latin.

“Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian,” kata Petro.

Selain membantah tuduhan narkoba, Petro juga mengecam keras aksi militer AS di kawasan dan menuding Washington telah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro tanpa dasar hukum.

Dalam unggahan lanjutan, Petro menegaskan sikapnya terhadap kebijakan militer AS. “Teman tidak boleh mengebom,” tulisnya.

Kementerian Luar Negeri Kolombia turut bereaksi dengan menyebut ancaman Presiden AS sebagai campur tangan yang tidak dapat diterima dan menuntut penghormatan terhadap kedaulatan Kolombia.

Meski Kolombia dan Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu utama di kawasan, hubungan kedua negara belakangan disebut memanas. Sejak awal masa jabatan kedua Trump, kedua pemimpin kerap berselisih, termasuk soal tarif dan kebijakan migrasi.

x|close