Afrika Selatan Serukan di PBB Akui Kedaulatan Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera Palestina. (ANTARA/Anadolu/py/am) Arsip - Bendera Palestina. (ANTARA/Anadolu/py/am) (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Pemerintah Afrika Selatan mengajak seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina. Seruan ini disampaikan sebagai wujud solidaritas internasional terhadap hak-hak rakyat Palestina yang terus diperjuangkan Pretoria di berbagai forum global.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola menyampaikan pernyataan tersebut dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa. Ia mendesak penghentian segera operasi militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Kami terus menyerukan dihentikannya pendudukan ilegal oleh Israel, penghentian genosida yang sedang berlangsung, serta upaya pengusiran permanen rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat," ujar Lamola di hadapan dewan, seperti dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 25 Februari 2026.

Lamola kembali menegaskan dukungan kuat Afrika Selatan terhadap perjuangan Palestina, yang kerap dikaitkan dengan sejarah perlawanan anti-apartheid di negaranya sendiri.

Baca Juga: Pemukim Israel Serang dan Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, serta pemegang mandat prosedur khusus lainnya. Menurut Lamola, para pelapor khusus memiliki peran penting dalam mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia sehingga keselamatan mereka harus dijamin.

Afrika Selatan turut memperingatkan adanya ancaman terhadap multilateralisme dan terkikisnya tatanan internasional berbasis aturan. Lamola menegaskan komitmen negaranya untuk mendorong dialog konstruktif dan mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) (Antara)

Langkah diplomatik ini mempertegas posisi Afrika Selatan yang sebelumnya telah mengajukan gugatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) pada Desember 2023 terkait dugaan pelanggaran Konvensi Genosida. Hingga kini, ICJ telah mengeluarkan sejumlah tindakan sementara yang memerintahkan Israel mencegah terjadinya genosida.

Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 72.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 171.000 orang terluka sejak Oktober 2023.

Lamola berjanji akan memanfaatkan keanggotaan Afrika Selatan di Dewan HAM untuk terus melawan diskriminasi dan rasisme, mendorong kesetaraan gender, serta tetap memperjuangkan isu Palestina.

x|close