Ntvnews.id, Amman - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yordania, Saleh Kharabsheh, menyatakan dalam konferensi pers bahwa dinamika situasi regional menyebabkan terhentinya impor gas alam negaranya, yang selama ini menjadi pasokan utama bagi pembangkit listrik.
Dilansir dari Reuetrs, Selasa, 3 Maret 2026, Ia menjelaskan bahwa otoritas terkait telah mengaktifkan skema darurat dengan mengalihkan pasokan ke sumber energi alternatif guna menjamin keberlanjutan distribusi listrik.
Baca Juga: Temui DPR, ADKASI Minta Transfer Keuangan Daerah Dievaluasi
Menurutnya, langkah tersebut mencakup impor gas alam cair melalui fasilitas penyimpanan terapung dan regasifikasi milik pemerintah, serta pemanfaatan solar dan minyak bakar berat sebagai substitusi gas pipa.
Ia juga menegaskan bahwa Yordania masih memiliki cadangan bahan bakar strategis dalam jumlah memadai.
Sementara itu, Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. menghentikan operasional ladang gas Leviathan gas field, yang menjadi salah satu sumber energi utama bagi Mesir dan Yordania. Penutupan tersebut terjadi setelah serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian memicu aksi balasan dari Teheran.
Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)