Ntvnews.id, Moskow – Sebuah kamp militer milik Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq, Yordania dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran. Informasi tersebut disampaikan majalah Der Spiegel yang mengutip sejumlah sumber.
Pada 1 Maret 2026, majalah tersebut melaporkan bahwa Iran melancarkan serangan ke beberapa fasilitas militer di Irak dan Yordania yang menampung personel Bundeswehr. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Bagian fasilitas yang ditempati pasukan Jerman di pangkalan udara tersebut, yang juga digunakan oleh Angkatan Udara AS, dilaporkan turut terdampak serangan. Laporan yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026 itu menyebutkan bahwa rudal menghantam sebuah bangunan yang digunakan oleh pasukan Jerman.
Meski demikian, tidak ada prajurit yang mengalami luka karena seluruh personel telah berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi.
Baca Juga: Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Besar Jika Ganggu Pasokan Minyak Dunia
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Tehran. Operasi tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada awalnya, AS dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah “pencegahan” guna menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran. Namun, dalam perkembangan berikutnya, kedua negara tersebut juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam konflik yang meningkat tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Baca Juga: Puan Ingatkan Antisipasi Dampak Perang AS-Israel vs Iran
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam operasi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel serta menyerukan agar ketegangan segera diredakan dan seluruh pihak menghentikan aksi permusuhan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)