Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat indikasi bahwa wilayah daratan Inggris menjadi target serangan dari Iran.
"Kami melakukan penilaian sepanjang waktu untuk menjaga keamanan kami, dan tidak ada penilaian yang menunjukkan bahwa kami menjadi sasaran dengan cara itu," kata Starmer kepada wartawan, seperti dikutip dari The Straits Times, Selasa, 24 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Starmer menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Inggris menjadi target serangan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Komentar itu muncul setelah adanya laporan pada akhir pekan yang menyebut Iran menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat-Inggris di Diego Garcia, yang terletak di Samudra Hindia.
Starmer juga menekankan bahwa setiap upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz harus melalui perhitungan matang serta perencanaan yang jelas. Ia menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menjaga kepentingan nasional sekaligus meredakan eskalasi konflik.
Baca Juga: Tiimur Tengah Makin Panas, Kapal Selam Nuklir Inggris Kini Berada di Laut Arab
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk turut bergabung dalam operasi militer melawan Iran yang disebut sebagai ‘Operation Roaring Lion’ atau ‘Epic Fury’.
Seruan tersebut disampaikan saat Netanyahu bersama sejumlah pejabat Israel meninjau lokasi terdampak serangan rudal Iran di kota Arad, wilayah selatan Israel.
“Mereka (Iran) memiliki kemampuan untuk menjangkau jauh ke Eropa,” Netanyahu menuduh tanpa bukti.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Antara)
“Mereka menargetkan semua orang,” imbuh Netanyahu.
“Jika Anda ingin bukti bahwa Iran membahayakan seluruh dunia, 48 jam terakhir telah membuktikannya. Mereka menembaki Yerusalem tepat di sebelah tempat-tempat suci dari tiga agama monoteistik,” celoteh Perdana Menteri Israel tersebut.
“Sudah saatnya para pemimpin negara-negara lain bergabung. Saya senang melihat beberapa dari mereka bergerak ke arah itu, tetapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan,” minta Netanyahu.
Baca Juga: Inggris Bantu Rencana Buka Selat Hormuz, Tapi...
Serangan rudal Iran yang terjadi pada Sabtu dilaporkan menyebabkan puluhan orang terluka serta kerusakan signifikan di wilayah Arad.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melancarkan serangan balasan terhadap Iran apabila serangan dari pihak lawan terus berlanjut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)