Ntvnews.id, Tokyo - Pemerintah Jepang mengumumkan akan mulai melepas cadangan minyak nasional setara kebutuhan 30 hari mulai Kamis, 26 Maret 2026, sebagai upaya meredam dampak kenaikan harga energi dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah krisis Timur Tengah.
Dilansir dari Kyodo, Rabu, 25 Maret 2026, Kementerian Perindustrian Jepang pada Selasa menyampaikan bahwa sekitar 8,5 juta kiloliter minyak akan dilepas dari 11 lokasi penyimpanan yang tersebar di seluruh negeri.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya, yakni pelepasan cadangan minyak swasta setara 15 hari kebutuhan yang telah dilakukan pada pekan lalu.
Selain itu, negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab juga turut melepas cadangan minyak setara lima hari kebutuhan di Jepang hingga Selasa depan, untuk disalurkan kepada perusahaan minyak Jepang.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan bahwa pemerintahnya akan terus mengintensifkan diplomasi dengan negara-negara terkait guna meminimalkan dampak krisis terhadap aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Jelang Puncak Arus Balik, Pergerakan ke Jabodetabek Via Tol Alami Peningkatan
Jepang diketahui mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak mentahnya dari luar negeri, dengan lebih dari 90 persen pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah.
Namun, sejak Iran memblokade Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, harga minyak dunia melonjak tajam dan nilai yen melemah terhadap dolar AS. Situasi ini meningkatkan potensi inflasi di Jepang.
Harga bensin reguler di Jepang bahkan menembus rekor tertinggi, yakni 190,80 yen (sekitar Rp20.000) per liter pada pekan lalu. Pemerintah menargetkan penurunan harga rata-rata nasional ke kisaran 170 yen per liter.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) (Antara)
Menteri Keuangan Satsuki Katayama menilai spekulasi pasar menjadi salah satu faktor utama yang memicu volatilitas harga minyak dan nilai tukar.
“Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan di berbagai sektor untuk menghadapi spekulasi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, sektor petrokimia Jepang mulai terdampak gangguan pasokan naphtha, bahan baku utama untuk produksi plastik dan serat sintetis.
Baca Juga: Seskab Teddy Unggah Momen Lebaran Silaturahmi dengan Pramono Anung hingga Panglima TNI
Perusahaan-perusahaan di Jepang kini mencari alternatif sumber energi dari kawasan Amerika, Amerika Latin, dan Asia, meskipun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Dalam pertemuan tingkat tinggi di Washington pekan lalu, PM Takaichi bersama Presiden AS Donald Trump menegaskan pentingnya menjaga pasokan energi global, termasuk dengan menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Takaichi dijadwalkan bertemu Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, di Tokyo pada Rabu untuk membahas kerja sama dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.
Ilustrasic - Kapal tanker Suezmax Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah, termasuk di antara kapal pertama yang mencapai India setelah krisis Timur Tengah, terlihat di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, pada 12 Maret 2026, setelah be (Antara)