Positif Sabu, Driver Taksi Online Pelaku Pelecehan Simpan Alat Isap di Mobil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 09:10
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pelecehan Ilustrasi Pelecehan

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus pelecehan yang dilakukan driver taksi online berinisial WAH (39) tidak hanya mengungkap tindak kekerasan terhadap penumpang, tetapi juga membuka fakta lain yang tak kalah serius: pelaku terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis sabu dan bahkan menyimpan perlengkapannya di dalam mobil.

Temuan ini terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan kesehatan dan penggeledahan terhadap pelaku usai penangkapan. Hasil tes urine menunjukkan WAH berada dalam pengaruh sabu saat menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi, termasuk ketika melakukan aksi pelecehan terhadap korban.

"Kita temukan bahwa kondisi kesehatan kita lakukan pemeriksaan di Biddokes Polda Metro Jaya dengan hasil pemeriksaan tersangka positif menggunakan narkoba jenis sabu," terang Direktur PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/4).

Baca Juga: Driver Taksi Online Jadi Tersangka Usai Lecehkan dan Cekik Penumpang

Tak hanya berhenti pada hasil tes, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan penyalahgunaan narkoba oleh pelaku. Di dalam kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk mengangkut penumpang, terdapat alat-alat yang digunakan untuk mengonsumsi sabu.

"Di dalam mobil itu ada rangkaian alat yang digunakan pelaku untuk menggunakan narkoba. Kemudian ada alat-alat tadi sabu, ada plastik 32 buah bekas paket sabu," imbuh dia.

Keberadaan alat isap dan sisa kemasan sabu di dalam mobil menunjukkan bahwa aktivitas penyalahgunaan narkoba tersebut tidak terpisah dari profesinya sebagai driver. Artinya, kendaraan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi penumpang justru digunakan sebagai tempat yang terkontaminasi praktik ilegal.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa WAH telah mengonsumsi sabu sejak November 2025. Kebiasaan tersebut bermula setelah ia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), yang kemudian mendorongnya mencari pelarian melalui narkoba.

Baca Juga: Rachel Vennya Diduga Kena Jotos Okin hingga Kelopak Mata Lebam

"Yang bersangkutan menggunakan narkoba itu sejak bulan November tahun 2025. Jadi setelah ada dikeluarkan dari pekerjaan, maka dia mulai frustrasi kemudian menggunakan, pelarian ke penggunaan narkoba," pungkasnya.

Kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh narkoba ini pun diduga menjadi salah satu faktor yang memicu tindakan pelecehan terhadap penumpangnya. Dalam situasi tersebut, kontrol diri pelaku melemah hingga berujung pada tindakan kriminal di dalam kendaraan.

Kasus ini sekaligus menyoroti risiko serius ketika penyalahgunaan narkoba terjadi pada individu yang menjalankan profesi dengan akses langsung ke masyarakat. Dalam konteks ini, tindakan WAH tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai rasa aman publik, khususnya bagi pengguna layanan transportasi online.

x|close