Iran Buka Selat Hormuz, Donald Trump Tunda Serangan 2 Minggu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 09:03
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.) Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Iran membuka peluang de-eskalasi konflik dengan Amerika Serikat setelah mengumumkan kebijakan sementara terkait jalur strategis Selat Hormuz. Langkah ini muncul di tengah dinamika yang melibatkan keputusan penting dari Presiden AS, Donald Trump, yang memilih menunda serangan militer terhadap Iran.

Pemerintah Iran menyatakan akan membuka akses lalu lintas maritim di Selat Hormuz selama dua minggu ke depan. Kebijakan ini dimaksudkan sebagai ruang untuk berlangsungnya negosiasi dengan Amerika Serikat guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/4/2026).

Negosiasi antara kedua negara dijadwalkan dimulai di Islamabad pada hari Jumat. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran dalam pernyataan terpisah menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut direncanakan berlangsung selama dua minggu, dengan kemungkinan perpanjangan jika disepakati kedua belah pihak.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg untuk Jaga Kesejahteraan Petani

"Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak," tuturnya.

Di sisi lain, keputusan Iran ini berkaitan erat dengan langkah yang diambil Trump. Presiden AS tersebut sebelumnya menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama periode yang sama, yakni dua minggu.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa penundaan tersebut bersyarat. Salah satu syarat utama adalah pembukaan penuh Selat Hormuz oleh Iran.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destrktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Desa di Sulawesi Utara, JAMINTEL Tekankan Pencegahan Korupsi Melalui Program Jaksa Garda Desa dan Inovasi Digital

Trump juga mengisyaratkan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan yang lebih luas antara kedua negara. Ia menyebut bahwa proses negosiasi telah menunjukkan kemajuan signifikan menuju perdamaian jangka panjang.

"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.

x|close