Madagaskar Tetapkan Darurat Energi Akibat Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 11:51
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Lusaka, Zambia (ANTARA) - Madagaskar mengumumkan keadaan darurat energi nasional, Selasa (7/4), akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung hingga menyebabkan gangguan besar dalam pasokan energi.  Negara kepulauan itu melaporkan kekurangan bahan bakar di seluruh negeri, sehingga memaksa kabinetnya untuk mengambil langkah-langkah mendesak demi memulihkan pasokan energi dan memastikan keberlanjutan layanan publik.  Lusaka, Zambia (ANTARA) - Madagaskar mengumumkan keadaan darurat energi nasional, Selasa (7/4), akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung hingga menyebabkan gangguan besar dalam pasokan energi. Negara kepulauan itu melaporkan kekurangan bahan bakar di seluruh negeri, sehingga memaksa kabinetnya untuk mengambil langkah-langkah mendesak demi memulihkan pasokan energi dan memastikan keberlanjutan layanan publik. (Antara)

Ntvnews.id, Lusaka - Madagaskar resmi menetapkan status darurat energi nasional pada Selasa, 7 April 2026, menyusul dampak konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi secara signifikan.

Negara kepulauan tersebut melaporkan terjadinya kelangkaan bahan bakar di berbagai wilayah, sehingga pemerintah melalui kabinet mengambil langkah cepat untuk menstabilkan kondisi dan menjaga layanan publik tetap berjalan.

"Deklarasi keadaan darurat energi memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah luar biasa dan mendesak untuk memulihkan pasokan energi dan memastikan keberlanjutan layanan publik," demikian pernyataan Kabinet.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Aman di Bawah 3 Persen

Keputusan ini diambil setelah pemerintah menilai krisis energi yang terjadi cukup serius, dipicu oleh terganggunya distribusi energi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Dampak konflik tersebut tidak hanya dirasakan Madagaskar, tetapi juga sejumlah negara di Afrika yang mulai mengambil langkah antisipatif terhadap lonjakan harga energi global.

Pemerintah Zambia, misalnya, memutuskan untuk menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta menangguhkan bea cukai impor bensin dan solar selama tiga bulan sejak 1 April 2026.

Baca Juga: Tahan Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!

Kebijakan ini diambil untuk menekan dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap masyarakat.

Sementara itu, Botswana sebelumnya juga telah memberlakukan kebijakan serupa dengan menangguhkan pungutan jalan dan bahan bakar selama enam bulan guna melindungi konsumen dari gejolak harga minyak dunia.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan besarnya dampak konflik geopolitik terhadap stabilitas energi global, khususnya bagi negara-negara yang bergantung pada impor bahan bakar.

(Sumber: Antara)

x|close