Ntvnews.id, Jakarta - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa menolak kehadiran militerisme di Jayapura pada Senin, 27 April 2026. Aksi berlangsung di sejumlah titik strategis di kota tersebut sejak pagi hari.
Melansir akun Instagram @warungjurnalis, para mahasiswa terlihat berkumpul di beberapa lokasi, di antaranya Expo Waena, Perumnas III, Lingkaran Abepura, serta area kampus seperti Universitas Cenderawasih dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
Sebagian massa dari Perumnas III dan Expo Waena sempat berencana melakukan long march menuju Lingkaran Abepura untuk bergabung dengan kelompok lainnya. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari pihak kepolisian.
View this post on Instagram
Kapolresta Jayapura Kota, Fredrickus Macklarimboen, menegaskan bahwa aparat tidak melarang aksi penyampaian pendapat, tetapi melarang kegiatan longmarch karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan memiliki risiko keamanan.
Baca Juga: WNI Buron Interpol Ditangkap di Thailand Gegara Penipuan Kripto
Situasi kemudian memanas saat aparat menghadang pergerakan massa. Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan pelemparan ke arah petugas.
Untuk mengendalikan situasi, polisi mengambil langkah tegas dengan mengerahkan water cannon dan menembakkan gas air mata guna membubarkan massa.
Menurut Fredrickus, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan peserta aksi agar tidak melakukan longmarch. Namun, karena situasi di lapangan tidak kondusif, aparat terpaksa mengambil tindakan untuk meredakan kericuhan.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan mulai terkendali, meski aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi potensi aksi lanjutan.
Demo Tolak Militerisme di Jayapura Berujung Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata (IG: warungjurnalis)