A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 111

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 111
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 113

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 113
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 114

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 114
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 116
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 117

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 117
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strtotime(): Passing null to parameter #1 ($datetime) of type string is deprecated

Filename: helpers/general_helper.php

Line Number: 118

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/helpers/general_helper.php
Line: 118
Function: strtotime

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 369
Function: dateformatindo

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 66
Function: related

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Qodari Dorong Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif dan Adaptif di Era Digital - Ntvnews.id

Qodari Dorong Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif dan Adaptif di Era Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 16:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Qodari Dorong Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif dan Adaptif di Era Digital Qodari Dorong Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif dan Adaptif di Era Digital (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyoroti pentingnya pola komunikasi pemerintah yang lebih proaktif serta mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Dalam pidato saat serah terima jabatan di Jakarta, Selasa, 28 April 2026, ia menyampaikan bahwa pendekatan komunikasi konvensional sudah tidak lagi relevan karena laju penyebaran informasi di ruang digital kini sangat cepat.

"Ke depan saya berharap Bakom dapat lebih proaktif ya. Proaktif kalau bahasanya agresif dalam komunikasikan kebijakan pemerintah. Kenapa harus agresif? Karena program Bapak (Presiden) ini banyak banget dan baru-baru dan seperti saya bilang paradigmanya ini, paradigma baru juga," ujar Qodari.

Ia menegaskan bahwa peran utama Bakom adalah mengoordinasikan komunikasi kebijakan strategis pemerintah agar dapat diterima masyarakat secara efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Qodari juga menekankan perlunya pendekatan komunikasi berbasis data serta analisis yang mendalam untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Seskab Teddy: Kemenhub Bakal Evaluasi Taksi Green SM Usai Insiden Tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur

Ia turut mengingatkan seluruh jajaran Bakom agar bekerja dengan mengedepankan ketajaman analisis dan kedalaman pemikiran, sehingga mampu meyakinkan masyarakat terkait berbagai program pemerintah.

Ke depan, Qodari berencana melakukan konsolidasi internal dengan mendengarkan program kerja dari setiap kedeputian sebelum memperkuat strategi komunikasi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti kita akan bangun sistem untuk bekerja di tempat ini. Saya akan dengarkan dari teman-teman apa saja yang sudah berjalan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Angga Raka Prabowo atas kontribusinya dalam membangun fondasi kelembagaan Bakom, termasuk proses transformasi dari Presidential Communication Office (PCO) menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.

Serah terima jabatan (sertijab) kepala Bakom Pemerintah <b>(Istimewa)</b> Serah terima jabatan (sertijab) kepala Bakom Pemerintah (Istimewa)

Menurut Qodari, Angga telah meletakkan dasar penting berupa struktur organisasi, perekrutan tenaga profesional, serta penyusunan kerangka anggaran yang mendukung operasional lembaga.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Angga Raka Prabowo atas dedikasi serta kontribusi strategis dalam membangun komunikasi pemerintah, khususnya dalam meningkatkan koherensi narasi kebijakan konsolidasi kanal komunikasi serta pengelolaan isu publik," imbuhnya.