Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kecelakaan tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, harus dijadikan momentum penting untuk memperkuat aspek keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.
Ia menilai insiden yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Menurutnya, peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa, melainkan sebagai dasar evaluasi besar bagi semua pemangku kepentingan.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Dudy menjelaskan bahwa kualitas layanan transportasi tidak hanya diukur dari kenyamanan, tetapi juga dari jaminan keamanan dan keselamatan penumpang yang harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pemerintah bersama operator akan melakukan peninjauan menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Perhubungan memberikan mandat kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara objektif guna mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Baca Juga: KSP Dudung Sampaikan Belasungkawa Atas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Dudy juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa tersebut, yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta berharap korban luka segera pulih,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin telah meninjau langsung lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur sejak Senin, 27 April 2026 malam guna memantau proses evakuasi korban.
Pada hari berikutnya, Selasa, 28 April 2026, Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan turut mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan dengan optimal.
Baca Juga: KAI Pastikan Refund 100 Persen untuk Penumpang Terdampak Insiden Bekasi Timur
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan belasungkawa serta menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.
“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.
Berdasarkan data dari PT KAI hingga pukul 13.26 WIB, tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
(Sumber: Antara)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan) didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kedua kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) memberi keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Kemenhub (Antara)