Ntvnews.id, Jakarta - Ancaman pengurangan poin kembali digaungkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai langkah tegas menyusul maraknya insiden kerusuhan suporter yang terjadi belakangan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat ditemui awak media di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/10) malam, usai menghadiri pemutaran perdana atau gala premiere film dokumenter Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bertajuk "The Longest Wait".
"Kalau di dalam pertandingan sendiri kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi. Ya, kita PSSI keras. Tidak hanya tentu klubnya ditindaklanjuti, suporter, bahkan juga pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau memang kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisan seperti yang kita harapkan," ujar Erick.
Sikap keras ini merespons rentetan kericuhan pendukung yang mencuat akhir-akhir ini. Beberapa di antaranya meliputi pertandingan antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Internasional Banten, serta insiden penyerangan yang merenggut nyawa seorang suporter Persib Bandung selepas laga menghadapi Garudayaksa FC.
Baca Juga: Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan
Sebagai tindak lanjut, PSSI telah meminta operator liga beserta jajaran klub untuk mengambil sikap tegas. Sejumlah langkah antisipasi pun telah diterapkan, termasuk kebijakan larangan kehadiran suporter tamu dalam pertandingan tandang.
Bagi Erick, keselamatan pendukung di stadion harus menjadi prioritas bersama. Olahraga si kulit bundar ini semestinya tidak boleh berujung pada tragedi yang merenggut nyawa dan membuat para pendukung gagal pulang ke rumah dengan selamat.
"Kita sudah tiga tahun tidak ada penonton away. Sekarang oleh FIFA diberikan kelonggaran untuk musim ini. Nah, tentu hal-hal ini yang saya rasa kita harus pastikan ini bisa menjadi keteguhan bersama-sama antara liga dan klub, ya, menjaga keharmonisan ini," tuturnya.
Selain di dalam stadion, penanganan tindak kriminal di luar arena pertandingan turut menjadi perhatian serius. PSSI bahkan telah menggelar pertemuan tertutup dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk merumuskan langkah koordinasi yang lebih ketat.
Bentuk komitmen bersama antara federasi sepak bola nasional dan pihak kepolisian tersebut direncanakan bakal diumumkan kepada publik dalam rentang waktu satu hingga dua pekan mendatang.
"Tentu kalau kondisi di dalam lapangan, di luar lapangan berbeda. Di luar lapangan tentu saya apresiasi untuk pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminalisasi dengan cepat, ya, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap," ucap Erick.
"Pertemuan saya dengan Bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup. Ya, mungkin satu-dua minggu lagi kita akan umumkan bahwa komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid bagaimana menindak para kriminal itu di luar pertandingan," imbuhnya.
(Sumber: Antara)
Ketum PSSI Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Senin (26/10/2026). (Antara)