Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengoptimalkan pemanfaatan data statistik nasional, termasuk data by name by address (BNBA), guna meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan perumahan sekaligus mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan data dan/atau informasi statistik serta pemanfaatan layanan perbankan. Kesepakatan itu diteken oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai ketersediaan data yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung penyaluran pembiayaan perumahan agar lebih tepat sasaran, mengingat kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat tinggi.
"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan," kata Nixon dikutip dari keterangan pers.
Baca Juga: BTN Perkuat Transformasi Bisnis Bersama Danantara, Kinerja Tumbuh Lampaui Industri Perbankan
“Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," katanya.
Nixon mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit. Di sisi lain, kebutuhan rumah baru setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu unit.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
Melalui kolaborasi ini, BTN akan memanfaatkan data statistik serta data BNBA sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Data tersebut akan digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan perumahan masyarakat berdasarkan lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan membeli rumah, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai daerah.
Selain itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan dijadikan referensi untuk mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha, perkembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta ekosistem usaha yang mendukung sektor perumahan.
BTN Perkuat Transformasi Bisnis Bersama Danantara, Kinerja Tumbuh Lampaui Industri Perbankan.
Baca Juga: BPS gandeng Kementerian PPPA dan PNM perluas pendataan UMKM perempuan di Sensus Ekonomi 2026
Nixon menjelaskan, informasi tersebut diharapkan mampu memperkuat strategi pembiayaan BTN, mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas akses pembiayaan berdasarkan karakteristik ekonomi di masing-masing wilayah.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan terhadap data berkualitas akan semakin penting seiring transformasi industri perbankan yang semakin mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data.
Tak hanya berfokus pada pemanfaatan data statistik, kerja sama BTN dan BPS juga meliputi dukungan terhadap pelaksanaan sensus dan survei, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, knowledge sharing, program magang, hingga kolaborasi dalam pengembangan kompetensi di bidang statistik, data science, dan analisis data.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan nota kesepahaman tersebut menjadi dasar untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam penyediaan dan pemanfaatan data statistik, sekaligus pengembangan sumber daya manusia.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (Bakom)
Ia menuturkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting dalam memahami karakteristik aktivitas ekonomi nasional, termasuk sebagai dasar penyusunan strategi pembiayaan perumahan yang lebih presisi.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, BTN dan BPS akan menyusun perjanjian kerja sama yang mengatur implementasi teknis. Ruang lingkupnya meliputi penyusunan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA, identifikasi potensi permintaan pembiayaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama secara berkala.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu berjabat tangan dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan data dan/atau informasi statistik di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026 (Antara)