A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: foreach() argument must be of type array|object, string given

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Prabowo Minta Kementerian dan Lembaga Jaga Efisiensi Belanja hingga Akhir 2026 - Ntvnews.id

Prabowo Minta Kementerian dan Lembaga Jaga Efisiensi Belanja hingga Akhir 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 22:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara Menteri Keuangan Suahasil Nazara (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk tetap mengutamakan efisiensi dalam penggunaan anggaran selama dua bulan terakhir 2026. Arahan tersebut diberikan agar realisasi pendapatan dan belanja negara tetap berjalan sesuai perencanaan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal itu setelah melaporkan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober 2026 kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Suahasil mengungkapkan pemerintah masih perlu mengumpulkan penerimaan negara lebih dari Rp600 triliun selama November dan Desember 2026. Sementara itu, anggaran belanja yang harus direalisasikan pada periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp990 triliun.

Baca Juga: Pengemudi Truk Molen Tewaskan 6 Orang Resmi Jadi Tersangka

Ia menjelaskan, realisasi belanja pemerintah biasanya mengalami peningkatan menjelang akhir tahun anggaran. Meski demikian, percepatan pengeluaran tetap harus memperhatikan efisiensi, tata kelola yang baik, serta sasaran keluaran dari setiap program yang telah direncanakan.

"Itu silakan, tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik," ujarnya.

Bersama jajaran Kementerian Keuangan, Suahasil juga mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga agar lebih cermat dalam menggunakan anggaran menjelang penutupan tahun anggaran.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara upaya mengoptimalkan penerimaan negara dan pengendalian pengeluaran.

"Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan," tutur Suahasil.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan E20 hingga E50, Bahlil Sebut Strategi Perkuat Ketahanan Energi

Selain membahas realisasi APBN, Suahasil turut menyinggung perkembangan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat mencapai 113 dolar AS per barel. Harga komoditas tersebut mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut membuat pemerintah perlu terus mengantisipasi berbagai kemungkinan melalui kesiapan APBN.

Namun, Suahasil belum memerinci sumber penerimaan negara yang akan dioptimalkan pemerintah hingga akhir 2026, termasuk target penerimaan dari sektor perpajakan.