Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyiapkan insentif bagi masyarakat yang mengikuti program konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ucap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Meski demikian, Bahlil mengatakan pemerintah belum menetapkan target jumlah kendaraan yang akan dikonversi maupun besaran subsidi yang akan diberikan dalam program tersebut.
Menurutnya, target serta nilai insentif akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Baca Juga: Transisi Energi Nasional, Pemerintah Percepat Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik
Ilustrasi - Pengunjung melihat sepeda motor listrik terbaru yang dopamerkan dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 6 Agu (Antara)
“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ucap Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa program konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengurangi polusi serta mendorong transisi dari energi fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Sebelumnya, Bahlil juga mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi yang bertugas mempercepat pelaksanaan berbagai program energi bersih, termasuk konversi kendaraan bermotor konvensional menjadi kendaraan listrik.
Skema dukungan dalam program tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas yang baru dibentuk tersebut.
Pembentukan satgas ini juga berkaitan dengan rencana percepatan konversi kendaraan bermotor konvensional di Indonesia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 120 juta unit sepeda motor.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Bahlil Percepat Mandatori Bioetanol BBM
Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program konversi kendaraan tersebut dapat berjalan optimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.
(Sumber: Antara)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)