Menko AHY Laporkan Tanggul Laut hingga Jaringan Kereta Nasional ke Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 22:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaporkan sejumlah program prioritas nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di bidang infrastruktur dan pembangunan wilayah. Agenda tersebut mencakup pengembangan serta perlindungan Pantai Utara Jawa hingga pembangunan jaringan kereta api nasional.

Pernyataan itu disampaikan AHY usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan.

"Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Di antaranya kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," ujarnya.

AHY menjelaskan, konsep pengembangan dan perlindungan kawasan Pantura dilakukan karena wilayah tersebut menghadapi ancaman penurunan muka tanah serta banjir rob akibat kenaikan permukaan laut.

Baca Juga: AHY Beberkan Misi Besar Giant Seawall: Lindungi Pantura Sekaligus Bangun Ekonomi Baru

Menurutnya, langkah itu penting untuk melindungi masyarakat di kawasan Pantai Utara Jawa sekaligus menjaga aktivitas ekonomi nasional, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang berada di wilayah tersebut.

Selain Pantura, AHY juga menyampaikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebut pembangunan kembali infrastruktur dasar menunjukkan perkembangan positif.

"Termasuk juga perumahan, irigasi, dan berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, AHY turut melaporkan arahan Presiden Prabowo terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, khususnya jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Pengembangan tersebut ditujukan untuk mendukung pemerataan pembangunan serta memperkuat konektivitas logistik dan transportasi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)

Pemerintah juga membahas langkah penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk rencana pembangunan fasilitas keselamatan di sekitar 76 perlintasan sebidang di Pulau Jawa dan sebagian Sumatra.

Menurut AHY, pemerintah akan menutup sejumlah titik rawan serta memperbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem perkeretaapian demi meningkatkan keselamatan transportasi publik.

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," kata AHY.

Selain itu, AHY juga melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur jalan daerah yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Ia berharap pembenahan infrastruktur daerah dalam satu hingga dua tahun ke depan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti semangat Gerakan Indonesia ASRI yang bertujuan menangani persoalan sampah dan penataan kawasan kumuh agar menjadi lebih sehat sekaligus menunjang sektor pariwisata nasional.

"Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, karena memang bisa dikatakan memajukan sektor pariwisata di Indonesia sebagai 'low hanging fruits', sesuatu yang lebih cepat bisa kita, bukan mudah, tapi lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi jika didukung dengan Indonesia yang asri dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara," pungkasnya.

x|close