Viral Dugaan Child Grooming di SMK Pamulang, Kepala Sekolah Dinonaktifkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 15:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi-kekerasan seksual anak. Senin, 11 Agustus 2025. Ilustrasi-kekerasan seksual anak. Senin, 11 Agustus 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala sekolah di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), dinonaktifkan sementara setelah muncul unggahan viral di media sosial terkait dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming kepada siswi.

Melalui akun Instagram resmi sekolah, pihak yayasan dan manajemen menyatakan telah mengambil langkah responsif dengan menonaktifkan kepala sekolah tersebut demi mendukung proses pemeriksaan internal yang tengah berjalan.

"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan dilakukan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis akun Instagram @letrispamulangofficial seperti dilihat, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: DPR Minta Gubernur Bebaskan Pajak Mobil Listrik

Pihak yayasan juga membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta yang beredar. Sekolah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adil dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," tulisnya.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah akun anonim di media sosial membagikan cerita serta pengakuan terkait dugaan perilaku yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Dalam unggahan yang viral, kepala sekolah disebut memiliki pola pendekatan tertentu kepada siswi.

Salah satu narasi yang beredar menyebut kepala sekolah diduga mendekati siswi yang dinilai kurang mendapatkan perhatian dari ayah atau fatherless. Dugaan pola pendekatan itu disebut terjadi berulang kali.

Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Kunker ke Tuban, Hadiri Panen Raya

Sebagai informasi, Komnas Perempuan menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan. Praktik tersebut biasanya terjadi melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, hingga normalisasi perilaku seksual.

Komnas Perempuan juga menyebut pola child grooming umumnya dilakukan dengan berbagai strategi, mulai dari memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah maupun validasi berlebihan, hingga melakukan normalisasi seksual secara bertahap.

Selain itu, pelaku juga kerap meminta hubungan tersebut dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung. Manipulasi rasa bersalah dan rasa takut juga digunakan sebagai cara mengendalikan korban, yang dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi ancaman maupun pemerasan seksual agar korban terus mengikuti kehendak pelaku.

x|close