Ntvnews.id, Havana - Kuba kembali menerima bantuan pangan dalam jumlah besar dari China di tengah krisis pangan yang masih berlangsung serta embargo panjang dari Amerika Serikat.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan bantuan tersebut melalui unggahan di platform X pada Minggu, 24 Mei 2026.
"Kami menerima dengan penuh rasa syukur yang mendalam atas 15.000 ton beras yang dikirim rakyat, partai, pemerintah China," kata Diaz Canel.
Ia menjelaskan bahwa pengiriman 15 ribu ton beras itu tiba di Pelabuhan Havana pada Sabtu dan merupakan tahap awal dari total 60 ribu ton bantuan beras yang dijanjikan oleh China.
"Gestur solidaritas yang mulia ini akan menjangkau jutaan konsumen di seluruh provinsi dan kotamadya khusus Isla de la Juventud, di samping lembaga kesehatan dan pendidikan kita," ujar Diaz-Canel.
"Ikatan persahabatan dan kerja sama yang erat yang membuat kami semakin kuat di saat-saat krusial seperti ini." tambahnya.
Baca Juga: Kuba Beli Ratusan Drone Militer dari Rusia dan Iran
Sementara itu, Duta Besar China untuk Kuba Hua Xin menyebut total 60.000 ton beras tersebut sebagai “bantuan pangan terbesar” yang diberikan Beijing kepada Kuba dalam beberapa tahun terakhir.
Kuba sendiri telah berada di bawah embargo perdagangan Amerika Serikat sejak 1962. Pemerintah Kuba menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan pangan dan obat-obatan di negara itu.
Ilustrasi beras (Pixabay)
Di sisi lain, kondisi negara Karibia tersebut juga semakin tertekan akibat kebijakan energi dan sanksi lanjutan yang memperburuk situasi pasokan dalam negeri, termasuk pemadaman listrik yang masih sering terjadi.
Sementara itu, ketergantungan Kuba terhadap impor energi dari Venezuela juga ikut terganggu, sehingga memperparah krisis yang sedang berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, bantuan pangan dari China dinilai menjadi salah satu penopang penting bagi kebutuhan masyarakat Kuba saat ini.
Arsip foto - Bendera Kuba. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)