DPR Sebut Begal Marak Gara-gara Ekonomi Makin Sulit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 22:17
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers pembentukan Tim Pemburu Begal. ANTARA/Ilham Kausa Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers pembentukan Tim Pemburu Begal. ANTARA/Ilham Kausa (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Media sosial tengah diramaikan dengan tagar Jakarta Darurat Begal. Ini menyusul banyaknya kasus begal yang terjadi belakangan ini, terutama di wilayah Jakarta Barat. Kejahatan begal yang terjadi membuat masyarakat Jakarta dan sekitarnya khawatir, utamanya para pekerja yang sering pulang malam.

Merespons kondisi itu, Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mengatakan bahwa penindakan kejahatan jalanan seperti begal harus dibarengi juga dengan pembenahan infrastruktur seperti penerangan jalan umum dan CCTV.

“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” ujar Gilang, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia menekankan pentingnya mengatasi pasar penadah barang curian yang memperbesar peluang terjadinya kejahatan.

Mengingat, tak sedikit warga Jakarta yang membagikan pengalamannya saat dihadang begal, hingga bermunculan berbagai tips untuk menghindari aksi kejahatan tersebut. Terlebih saat ini begal semakin nekat dan terang-terangan, bahkan sebuah rekaman video viral menunjukkan pelaku membawa senjata tajam hingga diduga senjata api untuk mengintimidasi korban.

“Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,” tuturnya.

Gilang UU ya mengingatkan, lonjakan kriminalitas jalanan harus dibaca bukan hanya sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai indikator tekanan sosial-ekonomi di perkotaan.

“Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” kata Gilang.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di jalanan. Gilang juga mendorong warga agar terus memantau perkembangan informasi mengenai kejahatan begal, termasuk memahami modus-modus yang sering dilakukan pelaku sehingga bisa segera menghindar dan mencari pertolongan.

Mulai dari menghindari melintasi jalanan sepi atau minim penerangan sendirian, terutama pada larut malam hingga membawa peralatan pengaman diri seperti pepper spray. Khususnya di wilayah zona merah seperti di Jakarta Barat yang sampai dijuluki ‘Gotham City’ oleh netizen.

“Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,” tandasnya.

x|close