Perselingkuhan dengan Istri Sahabat Berujung Maut, Pria di Sumsel Tewas Ditikam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 14:06
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pembunuhan Ilustrasi Pembunuhan (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Perselingkuhan yang diduga terjalin antara seorang pria dan istri sahabatnya berakhir tragis di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Agmi (35) tewas setelah ditikam oleh Idham Dermawan (35), teman dekatnya sendiri, yang terbakar cemburu karena mencurigai korban memiliki hubungan asmara dengan sang istri.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di rumah Idham yang berada di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, pada Kamis (28/5) dini hari.

Kabag Ops Polres Empat Lawang Kompol Nusirwan menjelaskan, kasus tersebut bermula dari kecurigaan Idham terhadap istrinya, Pipin Desmini. Kecurigaan itu muncul karena korban diduga sering berkomunikasi dengan sang istri melalui Facebook Messenger.

"Berawal dari pelaku yang curiga istrinya, Pipin Desmini, yang diduga selingkuh dan sering berkomunikasi dengan korban melalui Facebook Messenger," kata Nusirwan kepada wartawan Selasa (2/6).

Untuk memastikan kecurigaannya, Idham meminjam telepon genggam milik istrinya dan berusaha membuka percakapan dengan korban di Facebook Messenger. Namun upaya itu tidak berhasil karena percakapan hanya bisa diakses kembali menggunakan PIN pengaman.

"Saat itu sang istri membantah dan mengaku tidak mengetahui PIN untuk membuka percakapan tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Penyebab Naiknya Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng

Rasa curiga yang semakin besar membuat Idham mengambil langkah lain. Ia menggunakan ponsel istrinya untuk menghubungi Agmi melalui WhatsApp. Tak lama kemudian korban menelepon. Saat panggilan masuk, Idham meminta istrinya mengangkat telepon tersebut, sementara dirinya berada di samping sang istri dan mendengarkan seluruh percakapan.

"Dalam percakapan itu, korban mengaku rindu dan ingin datang ke rumah pelaku. Korban juga sempat melakukan video call dan pelaku menyuruh istrinya menjawab panggilan video tersebut dan memancing korban untuk datang ke rumah,” katanya.

Percakapan itu membuat Idham semakin yakin bahwa korban memiliki hubungan khusus dengan istrinya. Kekecewaan bertambah karena selama ini Agmi dikenal sebagai sahabat dekat yang sering berkunjung ke rumahnya.

Setelah mengetahui isi komunikasi tersebut, emosi Idham memuncak. Bahkan sebelum korban datang, ia disebut telah mempersiapkan senjata.

"Sebelum korban datang, pelaku juga telah menyiapkan pisau dan tombak," jelasnya.

Tidak lama berselang, Agmi mendatangi rumah Idham dan hendak masuk melalui pintu dapur. Kedatangannya langsung disambut serangan dari Idham yang telah menunggu di lokasi.

"Korban sempat mencoba melawan dengan mengeluarkan senjata tajam, tapi pelaku terlebih dahulu menyerang dan menikam korban menggunakan pisau berkali-kali hingga korban tewas," katanya.

Baca Juga: Jemaah dan Mitra Hanania Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda, Kerugian Ditaksir Capai Rp51 Miliar

Usai kejadian, Idham melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau. Namun setelah polisi melakukan komunikasi dengan keluarga pelaku untuk mencegah kemungkinan aksi balas dendam dari pihak keluarga korban, Idham akhirnya memutuskan menyerahkan diri.

Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 458 KUHPidana maupun Pasal 459 KUHPidana yang ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

"Tersangka sudah kami amankan juga proses hukum lebih lanjut," jelasnya.

Di hadapan polisi, Idham mengungkapkan bahwa dirinya dan Agmi memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat. Korban disebut kerap datang ke rumahnya, bertamu hingga larut malam, bahkan beberapa kali menginap.

Menurut Idham, kedekatan tersebut menjadi awal mula seringnya Agmi bertemu dengan istrinya hingga akhirnya memicu dugaan perselingkuhan yang membuatnya diliputi rasa penasaran dan amarah.

"Saya mengakui jika membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu. Tapi saya puas karena tidak ada lagi rasa penasaran," katanya.

x|close