Prabowo Hadiri Penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 11:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Penutupan Sarasehan Kebangsaan Prabowo Subianto di Penutupan Sarasehan Kebangsaan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 28 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026 tersebut dihadiri sekitar 2.600 guru besar, rektor, dekan, dosen, peneliti, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Presiden Prabowo tiba dengan mengenakan pakaian safari berwarna cokelat. Kehadiran kepala negara disambut antusias oleh ribuan peserta yang memenuhi ruang acara penutupan sarasehan kebangsaan tersebut.

Kegiatan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 merupakan forum strategis yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi nasional melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurut Brian, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan nasional.

Baca Juga: Tanya ke Orang Pintar, Prabowo: Kenapa Sawit Malaysia Lebih Produktif?

"Melalui Sarasehan Kebangsaan ini, kami ingin mendorong agar kampus, berkolaborasi dengan pemerintah dan industri, semakin berperan dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang menjawab persoalan nyata pada tujuh bidang prioritas pembangunan," ujarnya.

Ia menekankan bahwa hasil penelitian yang dikembangkan oleh perguruan tinggi harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, sektor industri, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar inovasi tidak berhenti pada tahap laboratorium, tetapi mampu diterapkan secara nyata.

Dalam forum tersebut, Brian juga menyoroti pentingnya pendekatan lintas sektor dalam membangun kemandirian ekonomi Indonesia. Menurutnya, berbagai isu strategis seperti ekonomi, pangan, energi, industri, kelautan, hingga pendidikan saling berkaitan dan membutuhkan penyelesaian yang didasarkan pada data serta ilmu pengetahuan.

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 membahas tujuh bidang prioritas pembangunan nasional, yakni ekonomi dan keuangan, pertanian, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, serta pendidikan.

Melalui pembahasan berbagai sektor strategis tersebut, pemerintah berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan.

"Kami berharap setiap sesi sarasehan dapat menghasilkan tiga hal penting, yaitu pemetaan isu yang objektif dan berbasis data, rekomendasi kebijakan yang substantif dan realistis, serta agenda kolaborasi yang jelas antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat," kata Brian.

Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi harus menjadi motor utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan KSTI 2026 dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional. Forum ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menuju tercapainya kemandirian ekonomi Indonesia.

x|close