Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti keluhan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) terkait pelaksanaan jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN), yang dinilai berlangsung terlalu lama. Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. Karena itu pihaknya meminta sistem penerimaan kedua perguruan tinggi diintegrasikan.
"Keluhan swasta tadi adalah masalah jalur penerimaan PTN. Ada tiga jalur, yaitu jalur tes, jalur prestasi, dan jalur mandiri. Bahkan jalur mandiri dibuka bukan hanya Juni, tetapi sampai Juli, Agustus, bahkan konon ada yang sampai September. Ini dikeluhkan banyak pihak," ujar Fikri, dikutip Senin, 29 Juni 2026.
Menurut dia, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia saat ini, masih berada di kisaran 33 persen. Fikri mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tidak hanya berfokus pada persaingan antara PTN dan PTS, tapi mencari solusi agar semakin banyak lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia memandang calon mahasiswa yang tidak diterima atau tidak melanjutkan ke PTN belum tentu berpindah ke PTS. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya memilih tak melanjutkan kuliah sama sekali.
Atas itu, kata dia diperlukan langkah bersama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi.
Baca Juga: DPR Nilai Pembatasan Kuota Maba PTN Rugikan Masyarakat Miskin
Salah satu usulan yang disampaikan ialah mengintegrasikan sistem data penerimaan mahasiswa baru di seluruh penyelenggara pendidikan tinggi, mulai dari PTN, PTS, Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL), hingga Universitas Terbuka (UT).
Melalui sistem yang terintegrasi, proses seleksi diharapkan menjadi lebih efisien dan memberikan kepastian bagi calon mahasiswa.
Di samping itu, ia mengusulkan adanya skema pilihan lintas perguruan tinggi dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Fikri mengatakan, calon mahasiswa dapat diberikan kesempatan memilih PTN, PTKL, PTS, hingga UT dalam satu sistem seleksi sehingga peluang melanjutkan pendidikan menjadi lebih besar.
"Saya kira bisa saja pilihan satu, dua, tiga, empat, misalnya PTN yang diidolakan, kemudian PTKL, PTS, dan UT. Ini bisa menjadi salah satu solusi agar semakin banyak anak-anak kita melanjutkan ke perguruan tinggi," tandas Fikri.
Kampus ITB Ganesha Bandung. ANTARA/HO-ITB (Antara)