PMI Asal Cianjur Bersimbah Darah Minta Dipulangkan Usai Diduga Jadi Korban TPPO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 09:11
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Kekerasan Seksual Ilustrasi Kekerasan Seksual (FreePIk)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur dalam kondisi bersimbah darah viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, perempuan itu tampak mengalami luka di bagian kepala sambil memohon bantuan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

PMI tersebut diketahui berasal dari Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Ia diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui modus pemberangkatan kerja ke Timur Tengah. Selain mengalami luka serius, ia juga diduga tetap dipaksa bekerja meski sedang dalam kondisi sakit.

Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan kondisi perempuan tersebut yang sangat memprihatinkan. Darah mengalir dari bagian atas kepalanya hingga membasahi pakaian yang dikenakannya. Sambil menahan tangis, ia menyampaikan permohonannya agar bisa segera kembali ke Tanah Air.

"Tolong bapak presiden, bapak gubernur. Saya hanya ingin pulang. Saya tidak kuat. Kerja di dua rumah, saya sering sakit, sering pingsan," ungkap Ai dalam videonya.

Suami Ai, Ujang Suryana (42), mengatakan video tersebut dikirim istrinya sekitar tiga pekan lalu. Menurut dia, istrinya mengalami kecelakaan setelah dipaksa tetap bekerja meski sedang sakit.

"Istri saya sedang sakit. Tapi karena pembantu di rumah tersebut hanya satu orang. Jadi terpaksa tetap bekerja mesti sakit. Sehingga pingsan dan jatuh ke meja kaca," kata Ujang saat ditemui di rumahnya, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: 

Ujang menjelaskan, saat Ai pingsan, tubuhnya menghantam meja kaca hingga pecah. Pecahan kaca kemudian melukai bagian kepala istrinya dan menyebabkan pendarahan.

Menurut Ujang, penderitaan istrinya tidak hanya terjadi akibat kecelakaan tersebut. Selama sekitar 14 bulan bekerja di luar negeri, Ai berkali-kali meminta dipulangkan karena kondisi kerja yang dijalaninya. Dalam kurun waktu itu, ia disebut telah berpindah majikan hingga sembilan kali.

Selain itu, Ujang menyebut istrinya juga diduga menjadi korban penipuan terkait negara tujuan penempatan. Awalnya Ai dijanjikan akan bekerja di Turki, namun kenyataannya justru ditempatkan di Libya.

Upaya mencari pertanggungjawaban juga telah dilakukan Ujang dengan mendatangi rumah sponsor yang memberangkatkan istrinya. Namun, saat didatangi, rumah tersebut sudah tidak lagi berpenghuni.

"Katanya banyak yang mendatangi karena bermasalah. Jadi rumahnya sekarang kosong. Permasalahannya sama dengan istri saya, pemberangkatan tidak sesuai," katanya.

Saat ini, keluarga berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan agar Ai bisa dipulangkan ke Indonesia. Ujang berharap istrinya dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah lebih dari setahun menghadapi berbagai persoalan selama bekerja di luar negeri.

x|close