Ntvnews.id, Jakarta -Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melayangkan kecaman keras terhadap aksi serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan oleh kelompok Houthi ke wilayah Riyadh serta Khamis Mushait di Arab Saudi.
"Eskalasi berbahaya ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kerajaan dan ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil serta stabilitas kawasan," ujar Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, melalui keterangan resmi pada Sabtu (26/9).
Albudaiwi menegaskan kembali komitmen dukungan penuh GCC kepada Arab Saudi, termasuk pengakuan atas hak mutlak negara tersebut dalam mengambil segala langkah pengamanan yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, integritas teritorial, serta keselamatan warganya. Selain itu, pihaknya turut mendesak komunitas internasional agar mengambil sikap tegas serta menuntut pertanggungjawaban pihak Houthi atas tindakan agresif tersebut.
Sebelum insiden ini mencuat, koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman mengonfirmasi keberhasilan mereka dalam mencegat dua rudal balistik serta dua drone yang diarahkan kelompok Houthi ke teritorial Arab Saudi.
Negara tersebut belakangan ini kembali menjadi sasaran rentetan serangan udara seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Situasi keamanan kian memanas setelah eskalasi pertempuran antara pasukan resmi pemerintah Yaman dan kelompok Houthi mengalami lonjakan sejak awal Juli lalu.
Bentrok bersenjata yang kembali berkobar ini sekaligus menandai berakhirnya fase relatif tenang yang sempat dinikmati kawasan tersebut, menyusul kesepakatan gencatan senjata dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mulai berlaku pada April 2022 silam.
(Sumber: Antara)
Arsip - Petugas penyelamat mencari korban yang masih hidup di sebuah penjara yang hancur akibat serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu (22/1/2022). (Antara)