Demo Pelajar di Prancis Ricuh, 440 Orang Ditangkap dan 48 Polisi Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 10:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi demo Ilustrasi demo (Istimewa)

Ntvnews.id, Paris - Demonstrasi dan aksi blokade yang dilakukan para pelajar di sejumlah sekolah menengah di Prancis berakhir ricuh. Sebanyak 440 orang ditangkap dalam aksi yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan mayoritas orang yang diamankan merupakan anak di bawah umur. Dari ratusan orang yang ditangkap, sebagian di antaranya juga ditahan oleh pihak kepolisian.

"Sebanyak 440 orang ditangkap di seluruh wilayah nasional," kata Nunez dalam wawancara dengan BFMTV, dilansir dari AFP, Kamis, 1 Oktober 2026.

Nunez menyebut angka tersebut masih sementara karena kepolisian belum memberikan data final mengenai jumlah penangkapan.

Aksi protes pelajar telah berlangsung sejak pekan lalu. Mereka menggelar demonstrasi di depan ratusan sekolah dengan menyampaikan berbagai tuntutan, mulai dari persoalan jadwal pelajaran, kepadatan jumlah siswa di ruang kelas, hingga kekurangan tenaga pengajar.

Selain itu, para pelajar mempersoalkan kondisi ruang kelas yang dinilai terlalu panas akibat gelombang panas yang melanda Prancis sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Aktris Pemenang Oscar Ditahan Saat Demo Menentang Netanyahu

Sejumlah demonstrasi kemudian berkembang menjadi bentrokan antara peserta aksi dan aparat keamanan. Beberapa demonstran dilaporkan membakar tempat sampah serta melemparkan berbagai benda ke arah polisi.

Aparat kepolisian merespons dengan menggunakan tongkat pemukul dan gas air mata untuk membubarkan massa. Bentrokan tersebut menyebabkan 48 personel keamanan dilaporkan mengalami luka-luka.

Nunez mengecam aksi kekerasan yang terjadi selama demonstrasi. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Tidak ada yang membenarkan kekerasan. Tidak ada alasan yang membenarkan kekerasan," ujar Nunez.

Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah peserta demonstrasi yang menggunakan penutup wajah serta membawa benda-benda yang diduga digunakan untuk menyerang petugas.

Nunez mengatakan terdapat tujuh insiden pelemparan asam klorida atau hydrochloric acid ke arah aparat keamanan dalam bentrokan yang berlangsung pada Selasa.

Demonstrasi yang pada awalnya berlangsung di wilayah Ile-de-France, kawasan sekitar Paris, kemudian meluas ke sejumlah kota lainnya di Prancis.

Kementerian Pendidikan Prancis mencatat sekitar 400 sekolah terdampak aksi demonstrasi maupun gangguan kegiatan belajar pada Selasa. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 3.700 sekolah yang tersebar di seluruh Prancis.

x|close