Ntvnews.id, Bangkok - Pemerintah Thailand merespons peringatan perjalanan atau travel warning yang dikeluarkan China terkait ancaman penculikan terhadap warga negaranya. Pemerintah Thailand menegaskan, wisatawan yang datang untuk berlibur tidak menjadi sasaran utama kelompok kriminal tersebut.
Sebelumnya, Kedutaan Besar China di Thailand mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya agar meningkatkan kewaspadaan saat berada di Thailand. Peringatan itu disampaikan menyusul adanya kasus penculikan yang menyasar warga China.
Dilansir dari Bangkok Post, Jumat, 23 Oktober 2026, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan wisatawan China maupun pelancong dari negara lain.
Meski demikian, Surasak mengingatkan warga asing yang datang ke Thailand karena tawaran pekerjaan agar lebih berhati-hati. Menurutnya, sejumlah kasus penculikan melibatkan orang-orang yang tergiur tawaran kerja, tetapi justru dibawa ke negara tetangga untuk dipekerjakan di pusat penipuan daring.
Surasak menilai peringatan yang dikeluarkan China berpotensi memengaruhi citra Thailand sebagai destinasi wisata. Ia juga khawatir imbauan tersebut membuat wisatawan asal China membatalkan atau mengurungkan rencana kunjungan mereka.
Baca Juga: Prabowo Gembira dan Bangga Indonesia Menang Lawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah risiko penggunaan layanan transportasi yang ditawarkan oleh pihak lain. Surasak tidak menampik bahwa kasus penculikan pernah terjadi di Thailand. Namun, ia menyebut sejumlah korban berhasil diselamatkan setelah kendaraan yang membawa mereka dihentikan di pos pemeriksaan.
Menurutnya, penculikan yang melibatkan wisatawan yang benar-benar berkunjung untuk berlibur berbeda dengan kasus yang menimpa orang-orang yang telah dihubungi sejak masih berada di negara asalnya.
"Wisatawan dari negara lain tidak mengalami masalah seperti ini. Persoalan tersebut terjadi pada pengunjung dari negara tertentu karena mereka dihubungi sejak masih berada di negara asalnya," jelas Surasak.
Ia juga menjelaskan bahwa perjalanan dari Thailand menuju negara tetangga harus melewati sejumlah pos pemeriksaan. Karena itu, wisatawan yang merasa terancam atau membutuhkan pertolongan dapat meminta bantuan kepada aparat berwenang.
"Jika wisatawan ingin menyeberang dari Thailand, mereka harus melewati banyak pos pemeriksaan. Jika membutuhkan bantuan, mereka bisa menghubungi pihak berwenang. Mereka tidak akan mudah dibawa ke negara tetangga jika menyadari bahwa mereka sedang dijebak," lanjut Surasak.
Surasak kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap wisatawan menjadi salah satu prioritas pemerintah Thailand. Ia juga berencana mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang China untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan guna merespons kekhawatiran tersebut dan menjaga kepercayaan wisatawan.
Ilustrasi - Bendera Thailand di kota Bangkok. ANTARA/Pixabay/pri. (Antara)