Kapal Tanker Qatar Diserang di Perairan Teluk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 09:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) Iran, lembaga yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, padmendatan, 23 Agustus 2026, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melanggar protokol Iran saat melintasi ja Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) Iran, lembaga yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, padmendatan, 23 Agustus 2026, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang melanggar protokol Iran saat melintasi ja (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar menjadi sasaran serangan benda tak dikenal saat melintasi perairan Teluk. Insiden tersebut terjadi ketika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketegangan akibat konflik yang berlangsung sejak Februari 2026.

Kantor berita pemerintah Qatar, Qatar News Agency (QNA), melaporkan serangan terhadap kapal bernama Al Mayeda terjadi pada Jumat, 30 Oktober 2026 malam waktu setempat. Kapal tersebut dioperasikan oleh Qatar Gas Transport Company.

Serangan dilaporkan melibatkan sejumlah benda yang belum berhasil diidentifikasi ketika kapal melintasi perairan Teluk.

Meski menjadi sasaran serangan, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka di antara awak kapal. Tidak ada pula dampak lingkungan yang dilaporkan.

Pihak perusahaan memastikan kapal Al Mayeda dalam keadaan aman dan tetap dapat menjalankan aktivitas operasionalnya.

Baca Juga: Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Pengembangan Nuklir

Insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Situasi di wilayah strategis itu terus memanas sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada Februari 2026.

Dikutip dari AFP, Iran dilaporkan telah menargetkan sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz maupun perairan Teluk di sekitarnya. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Teheran memperkuat kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Pemerintah Iran juga menyatakan kapal-kapal yang hendak melintasi kawasan itu harus memperoleh izin terlebih dahulu dari otoritas Teheran.

Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Di tengah situasi yang semakin memanas, Qatar terus mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik. Doha, yang selama ini berperan sebagai mediator, berupaya membuka kembali jalur perundingan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir.

Serangan terhadap kapal Al Mayeda semakin memperbesar kekhawatiran mengenai keselamatan aktivitas pelayaran di kawasan Teluk. Wilayah tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia, sehingga gangguan keamanan berpotensi berdampak terhadap distribusi energi internasional.