Ntvnews.id, Warsawa - Pemerintah Polandia menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari menyusul aksi penembakan yang menewaskan enam orang di alun-alun utama Krakow, kota terbesar kedua di negara tersebut. Aparat keamanan juga meningkatkan penjagaan di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi potensi ancaman.
Dilansir dari Reuters, Senin, 9 November 2026, penembakan yang terjadi pada Sabtu, 7 November 2026, itu mengejutkan masyarakat Polandia. Pasalnya, negara tersebut selama ini dikenal memiliki tingkat keamanan yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara tetangganya di Eropa Barat.
Insiden berdarah tersebut semakin memicu kekhawatiran publik, terutama setelah serangkaian kasus penusukan di lingkungan sekolah pada Oktober lalu. Pihak berwenang sebelumnya mengaitkan sejumlah kejadian itu dengan paparan konten ekstremis di internet.
Dalam serangan di Krakow tersebut, sebanyak 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian dan pelaku penembakan. Sementara itu, enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Polisi bersama pejabat setempat juga mengungkapkan penemuan tiga jenazah di kediaman keluarga tersangka yang berusia 24 tahun. Ketiga korban diketahui merupakan orang tua dan saudara perempuan pelaku.
Adapun tersangka hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Yusril Minta Usut Tuntas Penembakan yang Tewaskan Warga di Pidie
Pasca-insiden, aparat menutup kawasan Alun-alun Pasar Utama di kota tua Krakow beserta sejumlah jalan di sekitarnya. Akses menuju lokasi dibatasi dan hanya pekerja yang menjalankan tugas penting diperbolehkan melintas.
Sejumlah kafe di sekitar lokasi kejadian turut menghentikan aktivitasnya. Sementara itu, bendera di balai kota dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Warga juga mendatangi sejumlah titik di kawasan tersebut untuk meletakkan lilin dan mengenang para korban meninggal dunia.
Polandia Tetapkan Masa Berkabung
Sebagai bentuk penghormatan, tradisi meniup terompet dari Gereja St. Mary yang berada di kawasan alun-alun dihentikan selama 12 jam. Tradisi tersebut biasanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kantor berita pemerintah Polandia, PAP, melaporkan penghentian tradisi tiupan terompet itu merupakan yang pertama kali terjadi sejak 1939.
Peningkatan pengamanan tidak hanya dilakukan di Krakow, tetapi juga menjangkau ibu kota Warsawa. Kepolisian setempat menyatakan telah memperketat penjagaan di sejumlah kawasan publik yang menjadi tujuan wisatawan.
Petugas turut memasang penghalang jalan di beberapa ruas yang mengarah ke Krakowskie Przedmiescie, kawasan bersejarah di pusat Kota Warsawa.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus penembakan terus dilakukan di Ostrowiec Swietokrzyski, kota asal tersangka yang berjarak sekitar 200 kilometer di utara Krakow.
Di lokasi tersebut, kepolisian mengonfirmasi penemuan tiga jenazah yang diduga merupakan anggota keluarga pelaku. Ketiganya ditemukan di sebuah apartemen yang berada di pusat kota.
"Kemarin, sebelum pukul 22.00, kami menemukan jenazah tiga orang-seorang pria berusia 53 tahun serta dua wanita berusia 52 dan 21 tahun-di sebuah apartemen yang berlokasi di sebuah bangunan hunian di pusat kota Ostrowiec Swietokrzyski," tulis pihak kepolisian melalui platform X.
Ilustrasi Penembakan