BNPB Ungkap Pemerintah Bakal Berangkatkan 2 Pesawat ke Myanmar Berisi Delegasi Hingga Logistik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Tangkapan Layar)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat melepas pasukan yang akan mengirimkan bantuan bagi korban gempa bumi di Myanmar pada Kamis, 3 April 2025.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Pada tanggal 3 April 2025, mudah-mudahan bisa dilepas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Suharyanto.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengirimkan dua pesawat ke Myanmar, satu di antaranya membawa personel dan delegasi resmi, sementara satu pesawat lainnya mengangkut bantuan logistik.

“Hari Kamis Insya Allah ya rekan-rekan media sekalian, akan berangkat dua pesawat. Satu pesawat Garuda 747-800 berisi personel, delegasi resmi. Kurang lebih personel intinya 16 orang, dipimpin oleh Bapak Menko PMK, didampingi oleh saya Kepala BNPB, kemudian dari TNI dari Bapak Kasum TNI, informasi juga mau berangkat, dari Polri juga nanti akan mendampingi ya,” ujar Suharyanto.

Baca Juga: Waspada! BNPB Ingatkan Pemudik Lebaran Ada Potensi Hujan Ekstrem 20-30 Maret 2025

“Kemudian, satu pesawat kargo dengan isinya adalah barang-barang yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat terdampak bencana,” lanjutnya.

Suharyanto menambahkan bahwa bantuan yang dikirim Indonesia untuk korban gempa di Myanmar merupakan yang paling lengkap dibandingkan negara lain. Ia berharap bantuan yang mencakup tim SAR, tim medis, dan logistik dapat meringankan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak bencana.

“Sebagai informasi, yang lengkap ada tim kesehatannya, ada tim pencarian pertolongannya, ada logistiknya, ya sejauh ini baru Indonesia,” ujar Suharyanto.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan BNPB Segera Atasi Banjir

“Kita patut bangga bahwa pemerintah Indonesia sangat peduli pada masyarakat negara lain yang sedang tertimpa bencana,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Jumat, 28 Maret 2025, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Myanmar, menyebabkan 2.056 orang meninggal dunia. Selain itu, lebih dari 3.900 orang mengalami luka-luka, sementara 270 lainnya masih dinyatakan hilang.

x|close