Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi serius isu food tray (ompreng) impor dari Chaoshan, China, yang diduga mengandung bahan berbahaya, termasuk minyak babi, untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh. "Kami lakukan check and recheck," ujar Dadan.
Menurut Dadan, proses pemeriksaan melibatkan beberapa instansi terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah seluruh proses rampung.
Dadan juga menegaskan, hingga saat ini BGN belum melakukan pengadaan food tray untuk Program MBG.
"Kita harus check and recheck, benar atau tidak. Sejauh ini semua sudah digunakan. Tapi perlu diketahui itu seluruhnya adalah mitra yang melakukan pembelian. BGN belum melakukan satupun, jadi kita akan cek semua," tukas Dadan.
Isu ini mencuat setelah laporan investigasi Indonesia Business Post menyebut adanya dugaan produsen ompreng di Chaoshan yang menyuplai ke Indonesia.
Investigasi tersebut menemukan sekitar 30-40 pabrik di wilayah itu memproduksi food tray untuk pasar internasional. Beberapa di antaranya diduga menyuplai ke Program MBG.
Laporan juga mengungkap dugaan pemalsuan label "Made in Indonesia" dan logo SNI pada produk buatan China, serta penggunaan bahan stainless tipe 201 yang mengandung mangan tinggi dan kurang aman untuk makanan asam.
Tak hanya itu, proses produksinya juga diduga melibatkan penggunaan minyak babi.