Prajurit UNIFIL Praka Rico Pramudia Gugur Usai Jalani Perawatan Akibat Serangan di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Apr 2026, 09:45
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Praka Rico Praka Rico (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, sejak insiden terjadi, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut guna memastikan penanganan terbaik bagi korban.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, tetapi akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jumat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Pertahanan RI (@kemhanri)

Pemerintah juga memastikan akan memberikan penghormatan terbaik atas pengabdian almarhum dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Proses repatriasi jenazah kini tengah dikoordinasikan dengan pihak UNIFIL agar dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.

Sebelumnya, UNIFIL mengonfirmasi bahwa Praka Rico (31) meninggal dunia setelah hampir satu bulan menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut akibat luka parah yang dideritanya.

Baca Juga: DPR Kecam Israel yang Pasang Spanduk di RS Indonesia Gaza

Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa serangan terhadap peacekeeper merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Selain itu, Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar,” tegas Kemlu, seraya menambahkan bahwa koordinasi dengan PBB dan negara kontributor pasukan terus dilakukan untuk memperkuat perlindungan serta mitigasi risiko bagi seluruh personel di wilayah operasi UNIFIL.

x|close