Filipina Kerahkan Kapal Terbesar dan Pesawat untuk Usir Kapal China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 09:54
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Kapal China dan Filipina Alami Tabrakan di Wilayah Sengketa Ilustrasi Kapal China dan Filipina Alami Tabrakan di Wilayah Sengketa (Istimewa)

Ntvnews.id, Manila - Penjaga Pantai Filipina mengirimkan kapal terbesar yang dimilikinya bersama satu unit pesawat untuk mengusir kapal penelitian China yang terdeteksi beroperasi di perairan lepas pantai utara Provinsi Batanes, dekat Taiwan, Kamis, 1 Oktober 2026 waktu setempat.

Dalam insiden tersebut, sebuah kapal Penjaga Pantai China juga diketahui bergerak menuju lokasi dan mendekati area terjadinya ketegangan terbaru antara kedua negara.

Batanes merupakan provinsi yang berada di wilayah paling utara Filipina sekaligus menjadi provinsi terkecil di negara tersebut. Wilayah ini terletak di Selat Luzon, di antara bagian utara Pulau Luzon dan Taiwan.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina untuk urusan Laut China Selatan, Jay Tarriela, mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menghentikan aktivitas penelitian kapal China yang disebut tidak memiliki izin.

Dilansir dari Reuters, Jumat, 2 Oktober 2026, Tarriela mengatakan operasi Filipina itu mengganggu kegiatan penelitian ilmiah kelautan tanpa izin yang dilakukan kapal itu dan memaksanya meninggalkan posisi tempatnya berdiam.

Penjaga Pantai Filipina menyebut kapal BRP Teresa Magbanua yang memiliki panjang 97 meter dikerahkan bersama sebuah pesawat untuk menghadapi kapal penelitian China tersebut.

Baca Juga: Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 4,1 Ton Sianida dari Filipina

Kapal penelitian itu diketahui berada sekitar 37 mil laut di barat laut Pulau Itbayat, Batanes. Kapal tersebut terdeteksi berada di lokasi itu sejak 28 September.

Kapal yang diidentifikasi sebagai JIA HAI KE 7 itu merupakan kapal survei berbendera China. Kapal yang sama sebelumnya dituding Manila melakukan pemalsuan data lokasi ketika beroperasi di lepas pantai Batanes.

Dalam operasi tersebut, BRP Teresa Magbanua disebut mendekati kapal penelitian China hingga jarak sekitar 100 yard atau 91 meter. Kapal Filipina kemudian menurunkan perahu karet untuk beberapa kali mengitari kapal penelitian tersebut. Personel Filipina juga menyampaikan peringatan melalui komunikasi radio.

Menurut Penjaga Pantai Filipina, kapal penelitian China beberapa kali melakukan manuver untuk menghindari kapal-kapal Filipina selama operasi berlangsung.

Situasi kemudian berkembang setelah sebuah kapal Penjaga Pantai China tiba di lokasi dan berupaya melindungi kapal survei tersebut. Kapal China itu juga menyampaikan tantangan melalui radio kepada kapal Filipina.

Penjaga Pantai Filipina menilai kehadiran kapal Penjaga Pantai China tersebut "signifikan", mengingat kapal survei yang dikawal merupakan kapal milik swasta. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan kapal tersebut dengan pemerintah Beijing serta tujuan pengumpulan data yang diduga dilakukan di sekitar jalur kabel bawah laut di lepas pantai Batanes dan Selat Luzon.

Manila menyatakan operasi masih berlangsung. Namun, kapal survei China disebut telah dipaksa meninggalkan lokasi semula. Kapal Filipina tetap melakukan pemantauan guna memastikan kapal tersebut keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Manila memberikan bantahan. Beijing menyatakan kapal penelitian tersebut tengah "menjalankan operasi normal di perairan yang berada di bawah yurisdiksi China".

Kedutaan Besar China juga menuding Filipina telah melakukan tindakan pelecehan terhadap kapal penelitian tersebut. Beijing kemudian meminta Manila menghentikan campur tangan terhadap aktivitas penelitian ilmiah China.

x|close