Ntvnews.id, Jakarta - Partai Golkar mengaku terkejut atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wakil Ketua Umum Golkar yang juga anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa partainya akan mendalami putusan MA itu.
"Jujur saja, Putusan MA ini adalah sesuatu yang mengejutkan buat saya. Tidak sampai 3,5 minggu, setelah adanya Putusan MK, yang ternyata masih ada pro-kontra, khususnya soal keberadaan ijazah, tiba-tiba muncul Putusan MA yang menyatakan bahwa Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah tidak sah," ujar Doli, Minggu, 1 November 2026.
Menurutnya semua warga negara harus menghormati putusan tersebut. Sebab, kata dia Indonesia merupakan negara hukum.
"Kita harus menghormati setiap putusan hukum apa pun, suka tidak suka, mau tidak mau, harus kita terima. Terlebih lagi, negara kita adalah negara hukum," tutur Doli.
Ia menilai, putusan hukum di MK dan MA terhadap Gibran ini akan berimplikasi pada putusan politik. Doli memastikan bahwa perkara ini kini sudah masuk pada ranah politik.
"Persoalannya kemudian adalah, dua putusan dari dua Mahkamah, institusi tertinggi hukum kita ini, bukan saja berkonsekuensi pada tindak lanjut atau langkah hukum berikutnya, namun dapat berimplikasi pada keputusan politik yang akan diambil. Artinya, polemik yang terjadi belakangan ini, menurut saya, pada ranah hukum sudah benar-benar hampir final. Selanjutnya memang sepenuhnya sudah masuk pada ranah politik," jelasnya.
Doli memastikan Golkar akan mempelajari dan mendalami putusan MA. Menurutnya, putusan ini bukan lagi urusan politik biasa, tapi sudah politik negara.
"Namun, kami pun tentu masih menunggu Putusan MA-nya secara lengkap, yang kemudian akan kami pelajari dan dalami lagi. Karena kita memang harus benar-benar sangat cermat dan hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Ini bukan urusan politik biasa, bukan juga urusan politik harian, tapi ini politik negara," tandasnya.
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia saat memberikan keterangan kepada awak media dalam kegiatan silaturahmi dengan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh, di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Rahmat Fajri (Antara)