Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus, Kerusakan Sel Punca Kornea Sekitar 40 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mar 2026, 10:46
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu 18 Maret 2026. ANTARA/Ilham Kausar/aa. Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu 18 Maret 2026. ANTARA/Ilham Kausar/aa. (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan pembaruan terkait kondisi aktivis KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh empat orang anggota TNI. Ia diketahui mengalami luka bakar pada wajah dan beberapa bagian tubuh.

Menurut siaran pers resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2026, Andrie telah menjalani operasi pembersihan jaringan (debridement) pada Senin 16 Maret 2026 untuk mengangkat jaringan kulit yang rusak akibat luka bakar.

Selain itu, pada sebagian area luka juga telah dilakukan tindakan cangkok kulit sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan.

Saat ini pasien masih menjalani perawatan intensif untuk mengevaluasi kondisi dan kedalaman luka bakar, serta menentukan waktu yang tepat untuk cangkok kulit lanjutan sesuai perkembangan klinis.

Baca Juga: RSCM Ungkap Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras Jalani Transplantasi Membran Mata

RSCM mengungkap bahwa pada mata kanan pasien terdapat kerusakan sel punca kornea sekitar 40 persen.

"Sebagai bagian dari penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," tulis keterangan resmi rumah sakit.

Kondisi mata kanan pasien dilaporkan stabil, dengan peradangan yang mulai membaik.

Sel punca kornea menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun epitelisasi masih dipantau lebih lanjut.

Pihak RSCM menegaskan bahwa pasien tetap dalam pengawasan tim medis multidisiplin dan menerima perawatan komprehensif.

Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan infeksi sekunder serta memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.

"RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan berbasis keselamatan pasien. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," tulis RSCM.

Sebelumnya, RSCM menyebut pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Baca Juga: RSCM Tangani Korban Luka Bakar Akibat Cairan Kimia Secara Intensif

Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan stabilisasi.

Pemeriksaan dengan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.

Hasil pemeriksaan awal menyebutkan pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh dan trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut, menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan kerusakan permukaan kornea.

(Sumber: Antara)

x|close