Ntvnews.id
"Untuk hasil otopsi, sementara tidak dilakukan otopsi karena dari pihak keluarga menolak otopsi," ujar Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan AKP Indra Darmawan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa 7 April 2026.
Indra menjelaskan bahwa untuk hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, pihak yang berwenang memberikan keterangan lebih lanjut adalah tim medis atau pihak kesehatan.
Sementara itu, proses penyelidikan turut melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta.
Baca Juga: KRL Keluarkan Asap di Stasiun Universitas Pancasila Jagakarsa, Penumpang Sempat Panik
"Disnakertransgi Provinsi Jakarta DKI Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta laboratorium forensik Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan dan olah TKP terkait kondisi di TKP," katanya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami sejumlah aspek penting dalam kasus tersebut, termasuk kepemilikan bangunan, dugaan kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja, serta durasi pembangunan gedung.
"Bangunannya itu sudah dibangun kurang lebih satu tahunan lebih," kata dia.
Sebelumnya, Polsek Jagakarsa mengonfirmasi insiden yang menewaskan empat pekerja dan menyebabkan tiga lainnya mengalami sesak napas setelah diduga menghirup gas dari tangki air di proyek bangunan bertingkat di lokasi tersebut.
Korban meninggal dunia masing-masing berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat.
Sementara itu, tiga korban lainnya yakni UJ (41), SN (63), dan AJ (47), yang merupakan warga Purwakarta, mengalami sesak napas namun berhasil selamat.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki Tewasnya 4 Pekerja di Proyek Jagakarsa
Peristiwa bermula pada Jumat, 3 April 2026 pukul 10.00 WIB, ketika dua pekerja diminta oleh mandor untuk menguras penampungan air bersih di bagian basement.
Saat proses pembongkaran penutup tangki, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar tiga meter.
Upaya penyelamatan yang dilakukan rekan kerja tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan justru berujung pada insiden berantai, di mana beberapa pekerja ikut terjatuh ke dalam tangki.
Kondisi udara panas dan bau menyengat di dalam tangki diduga menjadi penyebab para korban mengalami sesak napas.
(Sumber: Antara)
Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan (baju hitam) memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri. (Antara)