Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp400 Triliun untuk 100 Juta Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 17:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (NTVnws)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit produktif mencapai Rp400 triliun untuk menjangkau sekitar 100 juta masyarakat Indonesia. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Prabowo menyampaikan target tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyerahkan akad kredit atau pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur. Ia mengapresiasi pencapaian penyaluran pembiayaan tersebut dan berharap program serupa dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang.

"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama. Antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat ya, penyaluran Rp53 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya," kata Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan ambisi pemerintah untuk meningkatkan nilai pembiayaan hingga Rp400 triliun. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 28 juta kepala keluarga, yang diperkirakan setara dengan 100 juta penduduk apabila memperhitungkan anggota keluarga.

Baca Juga: VIDEO: Kebakaran Terjadi di Area Parkir Mobil Duri Kosambi, Damkar Turun Tangan

"Ini nanti sasarannya adalah kurang lebih 28 juta keluarga. 28 juta keluarga. Kalau dengan istri dengan anak berarti kali empat, kurang lebih 100 juta rakyat kita," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, penerima manfaat program kredit produktif ini mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut juga diarahkan untuk masyarakat yang tinggal di perdesaan, wilayah tertinggal, serta penduduk perkotaan dengan tingkat penghasilan rendah.

Ia meyakini kemampuan pemerintah memperluas penyaluran pembiayaan akan semakin besar apabila kebocoran kekayaan negara dan praktik penyelundupan dapat ditekan. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperkuat kapasitas keuangan negara untuk mendukung program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Kalau kita bisa mengamankan sumber-sumber alam kita yang sangat luar biasa berarti kemampuan kita akan lebih, saudara-saudara. Kemampuan kita akan lebih," tegasnya.

Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Ia menilai peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui kenaikan pendapatan dan daya beli keluarga.

"Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata dan slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahateraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat. Harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita. ini strategi kita," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab untuk melindungi serta mengelola kekayaan nasional. Ia menginginkan sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan secara optimal agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

"Dan kunci daripada keberhasilan ini semua adalah bahwa pemerintah kita dari pusat sampai daerah harus menguasai, harus mengamankan, harus menjaga kekayaan indonesia. Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita," kata Prabowo menegaskan.

Melalui perluasan kredit produktif, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Target Rp400 triliun tersebut sekaligus mencerminkan upaya pemerintah memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga menjangkau kelompok masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

x|close