Netanyahu Cari Negara yang Bersedia Menampung Warga Palestina dari Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Okt 2026, 19:30
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya tengah mengupayakan pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza ke negara lain. Ia mengaku telah menjalin pembicaraan dengan sejumlah negara yang berpotensi menerima warga dari wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan media Israel, Channel 7, yang dilansir Middle East Monitor pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Wawancara tersebut berlangsung menjelang pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Netanyahu mengatakan pemerintahannya sedang menjajaki kemungkinan agar warga Palestina dapat meninggalkan Gaza. Ia juga menyatakan bahwa setiap warga Palestina di wilayah itu seharusnya memiliki kebebasan untuk pergi.

"Setiap warga Palestina di Gaza seharusnya memiliki kebebasan untuk pergi," kata Netanyahu.

Baca Juga: 2 Tentara Israel Bunuh Diri dalam Sejam Usai Ditugaskan di Gaza

Menurut Netanyahu, salah satu kendala utama dalam rencana tersebut adalah menemukan negara yang bersedia menerima warga Palestina dari Gaza. Ia mengklaim terlibat langsung dalam upaya mencari kemungkinan tersebut.

"Kami sedang mengupayakan hal ini; saya secara pribadi mengupayakannya dengan cukup sungguh-sungguh. Sudah ada beberapa perkembangan awal, meskipun saya tidak ingin memaparkan rinciannya," ucapnya.

Meski menyebut adanya perkembangan awal, Netanyahu tidak mengungkap negara-negara yang sedang diajak berdiskusi. Ia juga tidak menjelaskan sejauh mana pembicaraan berlangsung ataupun memastikan apakah sudah ada negara yang menyatakan kesediaan menerima warga Gaza.

Dalam wawancara yang sama, Netanyahu mengklaim sekitar 150.000 warga Palestina telah meninggalkan Jalur Gaza selama perang berlangsung. Ia juga memperkirakan sedikitnya 60 persen penduduk Gaza akan memilih pergi jika memiliki kesempatan.

Namun, Netanyahu tidak menyertakan data pendukung untuk memperkuat kedua klaim tersebut.

Pernyataan itu kembali menyoroti rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza. Meski demikian, berdasarkan keterangan yang disampaikan Netanyahu, belum ada rincian terbuka mengenai negara tujuan maupun kesepakatan penerimaan warga yang telah tercapai.

Baca Juga: Macron Kritik Trump hingga Netanyahu yang Komentari Demo Prancis

x|close